berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Cara Warga Korea Utara Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem Menurut Anjuran Pemerintah

Fitri KaraengDiterbitkan 8 Agu 2026 - 02.41 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Warga Korea Utara Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem Menurut Anjuran Pemerintah
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Semenanjung Korea saat ini sedang dilanda gelombang panas yang sangat menyengat dan mengkhawatirkan. Di wilayah utara, suhu udara dilaporkan telah menembus angka 36,7 derajat Celcius pada sebuah hari Kamis, berdasarkan laporan resmi dari televisi pemerintah setempat. Suhu ekstrem tersebut tercatat sebagai rekor paling tinggi sejak sistem pencatatan cuaca pertama kali dimulai di negara tersebut. Periode terpanas sepanjang tahun ini secara lokal dikenal oleh masyarakat dengan sebutan 'sambok', atau yang kerap diistilahkan sebagai hari-hari anjing di musim panas. Di tengah situasi yang membakar ini, otoritas Pyongyang merilis serangkaian anjuran praktis bagi warganya untuk bertahan hidup dan mengatasi sengatan cuaca.

Langkah pertama yang sangat ditekankan oleh otoritas kesehatan setempat adalah penyesuaian pola konsumsi makanan sehari-hari. Mengutip rekomendasi dari seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Pyongyang, masyarakat disarankan untuk memperbanyak konsumsi bahan makanan yang memiliki efek mendinginkan tubuh. Beberapa jenis bahan pangan yang sangat dianjurkan meliputi buah semangka, mentimun, serta kacang hijau. Di samping mengonsumsi makanan pendingin tersebut, warga juga diimbau untuk menyantap makanan yang kaya akan nutrisi guna menjaga stamina tubuh agar tidak mudah drop akibat

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
cuaca ekstrem
.

Di antara berbagai asupan nutrisi yang disarankan, hidangan sup daging anjing mendapat porsi promosi yang cukup besar dari media resmi pemerintah. Surat kabar partai yang berkuasa, Rodong Sinmun, bahkan sempat mengutip sebuah pepatah kuno untuk meyakinkan masyarakat. Pepatah tersebut menyatakan bahwa jika sup daging anjing tumpah ke atas punggung kaki sekalipun selama periode hari-hari anjing di musim panas, cairan hangat tersebut tetap akan berkhasiat sebagai obat bagi tubuh. Popularitas kuliner ekstrem ini tampaknya memang dipelihara secara sistematis di sana, yang dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan kompetisi memasak daging anjing tingkat nasional di awal tahun ini.

Baca Juga

Kebakaran Kantor Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Gambir

Kebakaran Kantor Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Gambir

Selain sup daging anjing, media pemerintah Korea Utara juga mempromosikan konsumsi kaldu hangat lainnya seperti samgyetang. Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) secara khusus memuji khasiat dari samgyetang, yaitu sup ayam tradisional yang diisi dengan ginseng, beras ketan, serta buah jujube. Kombinasi bahan-bahan herbal ini dinilai sangat efektif untuk mengembalikan energi warga yang terkuras akibat kelembapan dan suhu udara yang sangat tinggi.

Metode lain yang disebarluaskan oleh media negara untuk mengatasi suhu menyengat ini adalah dengan memanfaatkan fasilitas rekreasi air secara massal. Televisi pemerintah setempat menayangkan visual kerumunan warga yang memadati kawasan pantai serta kolam-kolam renang yang berada di Zona Wisata Pantai Wonsan Kalma. Aktivitas berenang dan bersantai di area pantai ini dipromosikan sebagai langkah praktis untuk menurunkan suhu tubuh secara langsung dan menghindari kejenuhan akibat cuaca panas yang membakar pemukiman.

Meskipun panduan praktis ini gencar dipromosikan kepada publik, terdapat kontras yang sangat tajam mengenai bagaimana situasi krisis ini diberitakan oleh pihak berwenang. Alih-alih berfokus pada mitigasi dampak buruk kesehatan bagi warga sipil, media pemerintah Korea Utara justru memanfaatkan momentum ini untuk menonjolkan narasi kepemimpinan dan pengorbanan fisik dari Kim Jong Un. Sebagai contoh, surat kabar Rodong Sinmun kembali mengulas momen inspeksi musim panas pada tahun 2013 ke sebuah lokasi konstruksi, di mana pakaian sang pemimpin tertinggi digambarkan basah kuyup karena keringat yang mengucur deras demi rakyatnya.

Baca Juga

Siswa Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan Sambut Kunjungan Mensos Gus Ipul dengan Aksi Paper Mob

Siswa Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan Sambut Kunjungan Mensos Gus Ipul dengan Aksi Paper Mob

Media tersebut juga mengulas kembali perjalanan dinas pada tahun 2018 ketika Kim Jong Un rela menerjang medan pegunungan yang sangat curam dan badai hujan lebat. Perjalanan penuh rintangan fisik tersebut dilakukan semata-mata demi mencari lokasi yang dinilai paling cocok untuk pembangunan sebuah resor sumber air panas. Bahkan, dalam kesempatan lain, Kim Jong Un juga dilaporkan tetap mengunjungi sebuah pabrik makanan laut acar ketika suhu udara luar ruangan mencapai 39 derajat Celcius, hanya untuk menginspeksi langsung ruang fermentasi yang bersuhu sangat panas.

Pendekatan pemberitaan yang berpusat pada propaganda kepemimpinan ini sangat bertolak belakang dengan situasi di negara tetangga mereka. Korea Selatan secara terbuka merilis data medis dan melaporkan bahwa gelombang panas di wilayah mereka telah mengakibatkan lebih dari 20 kasus kematian yang terkait langsung dengan cuaca ekstrem. Sebaliknya, pemerintah Korea Utara hingga saat ini sama sekali belum merilis data apa pun mengenai jumlah kematian atau korban sakit yang berkaitan dengan cuaca panas menyengat ini. Ketiadaan data resmi dari Pyongyang menciptakan ketidakpastian yang besar mengenai seberapa parah dampak nyata gelombang panas ini terhadap populasi mereka secara keseluruhan, serta seberapa efektif anjuran konsumsi kuliner tradisional tersebut dalam menekan angka fatalitas di lapangan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

cuaca ekstremKorea UtaraGelombang PanasKim Jong Un

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran Kantor Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis GambirTanggapan Bahlil Lahadalia Setelah Menerima Rapor Kinerja Memuaskan dari Presiden PrabowoSiswa Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan Sambut Kunjungan Mensos Gus Ipul dengan Aksi Paper MobPemerintah Provinsi Sumatera Utara Bangun Jalan Hotmix di Nias Utara untuk Dorong EkonomiMembangun Kemandirian Energi Desa Lewat Peran Local Hero PertaminaIHSG Akhir Pekan Melesat Tembus Level 6.400 Bersama Penguatan RupiahPerluasan Infrastruktur SPKLU PLN Menjawab Lonjakan Kebutuhan Daya Kendaraan ListrikRencana Penambahan Sekolah Rakyat Baru di Makassar

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap