berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Berita Umum

Cara Warga Kalidadap Bantul Mengalirkan Air Alami Menggunakan Selang dan Gravitasi

Marthen TandirerungDiterbitkan 2 Agu 2026 - 12.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Warga Kalidadap Bantul Mengalirkan Air Alami Menggunakan Selang dan Gravitasi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Mendapatkan pasokan air bersih di kawasan yang belum terjangkau saluran pipa air minum dari PDAM tentu membutuhkan cara yang mandiri. Di Dusun Kalidadap I, Selopamioro, Imogiri, Bantul, warga secara rutin menanti pasokan air dari sumber mata air alami yang dikenal dengan nama Sendang Wonosari. Di kawasan yang belum terjangkau saluran PDAM ini, sumber mata air tersebut menjadi salah satu tumpuan utama kehidupan sehari-hari. Tanpa menggunakan bantuan mesin ataupun pompa air listrik, warga setempat berhasil mengalirkan air dari pegunungan langsung menuju ke rumah masing-masing. Mereka hanya memanfaatkan hukum alam dasar, yaitu gaya gravitasi, untuk memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Langkah pertama dalam sistem pengaliran air ini adalah membentangkan selang dari sumber mata air menuju area permukiman. Saat ini, sedikitnya terdapat sekitar 80 selang yang menghubungkan sumber mata air Sendang Wonosari dengan rumah-rumah warga di sekitarnya. Panjang selang ini sangat bervariasi karena disesuaikan dengan jarak tempuh rumah dari mata air tersebut. Sebagai contoh, Teguh, seorang warga Kalidadap I yang berusia 27 tahun, memiliki instalasi selang yang terdiri dari 12 gulung. Setiap gulung selang milik Teguh memiliki panjang 50 meter, sehingga total panjang selangnya mencapai sekitar 600 meter. Sementara itu, warga lainnya yaitu Sagi yang berusia 72 tahun dari Dusun Kalidadap I, tercatat memiliki enam gulung selang untuk menyalurkan air ke tempat tinggalnya.

Dalam praktiknya, menyambungkan selang yang sangat panjang tidak serta-merta membuat air langsung mengalir dengan lancar. Ada tahapan teknis yang harus dilakukan oleh warga agar aliran air tidak terhambat. Warga harus melepas setiap sambungan selang terlebih dahulu untuk membiarkan udara yang terjebak di dalamnya keluar. Udara yang terperangkap di dalam ruang selang dapat menghambat laju air, sehingga pelepasan sambungan ini menjadi langkah krusial. Setelah udara di dalam selang berhasil keluar, barulah air bisa melaju lebih cepat melewati saluran tersebut.

Baca Juga

Penyelidikan Kematian Pengunjung Wahana Rumah Hantu di Tulungagung

Penyelidikan Kematian Pengunjung Wahana Rumah Hantu di Tulungagung

Setelah masalah udara yang terperangkap teratasi, langkah selanjutnya adalah memicu aliran air itu sendiri. Mengingat air dari Sendang Wonosari mengalir ke rumah warga tanpa bantuan mesin ataupun pompa, dibutuhkan dorongan awal secara manual. Warga cukup menyedot ujung selang menggunakan mulut mereka sendiri. Sedotan ini dilakukan hingga air terdorong masuk ke dalam pipa plastik tersebut. Setelah air berhasil melewati titik awal, gaya gravitasi akan mengambil alih pekerjaan sepenuhnya dan menarik air mengalir turun menuju rumah-rumah warga di dataran yang lebih rendah. Metode menyedot air menggunakan selang ini telah diterapkan sejak lama, bahkan Sagi menyatakan bahwa ia sudah menggunakan cara tersebut sejak tahun 1977.

Selain pengaturan teknis pada selang, warga juga harus memperhatikan jadwal pengambilan air agar pasokan tetap terdistribusi dengan baik. Warga memiliki kebiasaan untuk berkumpul di sumber mata air setiap harinya secara terjadwal. Rutinitas berkumpul di sekitar Sendang Wonosari tersebut berlangsung setiap hari pada pukul 06.00, 08.00, dan 14.00 WIB. Waktu-waktu yang sudah ditentukan ini dimanfaatkan oleh warga sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Hal ini dikarenakan setelah waktu berkumpul tersebut berlalu, sebagian air dari sumber mata air akan dialihkan untuk mengairi lahan pertanian yang berada di lereng bawah.

Baca Juga

Panduan Menghadapi Krisis Air di Bantul Saat Kemarau Panjang

Panduan Menghadapi Krisis Air di Bantul Saat Kemarau Panjang

Meskipun metode pengaliran dengan selang sangat membantu, tidak semua warga bergantung pada Sendang Wonosari. Suroso (31), yang menjabat sebagai Kepala Dusun Kalidadap II, menyebutkan bahwa terdapat sekitar 330 kepala keluarga (KK) di wilayahnya. Jumlah yang kurang lebih sama juga terdapat di wilayah Kalidadap I. Bagi sebagian warga yang tidak menggunakan air dari sumber mata air Sendang Wonosari, mereka biasanya memanfaatkan sumur dangkal. Kedalaman sumur dangkal yang dibuat oleh para warga tersebut bervariasi, yakni berkisar antara 8 hingga 10 meter.

Kebutuhan akan akses air bersih yang lebih modern sebenarnya pernah diupayakan di kawasan tersebut. Sebelumnya, warga pernah memiliki sumur bor yang berlokasi di Kalidadap II. Akan tetapi, fasilitas tersebut kini sudah tidak lagi berfungsi. Kerusakan pompa sumur bor tersebut disebabkan oleh pengguna yang terlalu banyak, sehingga rentan mengalami kerusakan. Tingginya biaya dan frekuensi perbaikan akhirnya membuat dana pengelolaan habis, dan fasilitas itu kini tidak bisa dipakai. Menyikapi situasi ini, Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda DIY. Koordinasi ini dilakukan untuk membahas potensi pembangunan sumur bor baru maupun pengadaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kalidadap.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Air BersihBantulSendang WonosariKalidadapBPBD BantulPemda DIY

Berita Terbaru Lainnya

Daftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina per 1 Agustus 2026 dan Alasan PenyesuaiannyaCara Mengembangkan Ekosistem Ekonomi Hijau Melalui Pemanfaatan Limbah Tapioka di LampungPanduan Penyesuaian Harga BBM Shell dan Pertamina per 1 Agustus 2026Penyelenggaraan Jakarta Watersport Festival 2026 di Danau SunterCara Mengenali Tanda Kematangan Emosi Anak Sesuai Tahap UsianyaProfil Nasirun, Pelukis Eksentrik yang Kini Beristirahat di Makam Seniman GirisaptoMemadukan Makanan dan Minuman untuk Mengangkat Cita Rasa Kuliner HarianApresiasi John Herdman Atas Debut Tim Geypens Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Paling Banyak Dibaca

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  2. 2Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap