Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur memasuki fase penting menjelang upacara HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024. Perayaan ini menjadi titik awal operasional perdana sekaligus dimulainya pemindahan ibu kota negara secara bertahap dari DKI Jakarta ke Nusantara. Berdasarkan data fisik, progres pembangunan Kantor Presiden mencapai 90,6 persen pada pertengahan Juli 2024, sedangkan Istana Negara dan Lapangan Upacara berada pada angka 84,3 persen. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan dari pertengahan Februari 2024, saat Istana Negara dan Lapangan Upacara tercatat 56,37 persen dan Kantor Presiden 74,94 persen. Peninjauan progres infrastruktur dapat dilakukan dengan mencermati sejumlah indikator utama di kawasan tersebut.
Langkah pertama adalah memantau perkembangan fisik gedung pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Pembangunan infrastruktur dasar ini telah dimulai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak awal September 2022 di bawah arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Pekerjaan tersebut mencakup penyediaan air baku, sanitasi, konektivitas, hingga kantor-kantor pemerintahan. Kenaikan capaian fisik pada Kantor Presiden, Istana Negara, dan Lapangan Upacara menjadi tolok ukur utama kesiapan sarana untuk menunjang kegiatan kepresidenan serta pelaksanaan upacara bendera perdana di IKN.
Langkah Penyelidikan dan Poin Kunci dalam Kasus Tantangan Al-Qur'an demi Miras di Ancol

Langkah kedua adalah memeriksa infrastruktur konektivitas jalan tol dan fasilitas hunian pendukung. Akses utama menuju IKN ditopang oleh pembangunan jalan tol yang terbagi dalam beberapa seksi, yakni Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 km dengan progres 70,9 persen, Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,3 km dengan progres 70 persen, dan Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,7 km dengan progres 77,8 persen. Selain itu, progres Tol IKN 3B tahap 1 tercatat mencapai 90,1 persen saat ditinjau investor senior Lo Kheng Hong dan President Director Panin Sekuritas Indra Christanto pada Rabu, 17 Juli. Kesiapan penunjang juga diukur dari penyelesaian 12 tower hunian berfasilitas furnitur lengkap pada Juli 2024, dari total 47 tower hunian yang disiapkan untuk ASN, TNI, dan Polri.
Langkah ketiga adalah menelusuri alokasi anggaran dan tahapan paket pekerjaan. Pemerintah mengalokasikan total anggaran Rp68,57 triliun untuk 89 paket pekerjaan yang berjalan pada Batch 1 dan Batch 2 hingga akhir tahun 2024. Pembangunan infrastruktur dasar Tahap 1 yang terdiri dari 40 paket pekerjaan mencatatkan progres fisik 74,87 persen per 15 Februari 2024. Sementara itu, pekerjaan Tahap 2 yang mencakup 49 paket terkontrak antara setelah Maret 2024 hingga akhir 2024 memiliki nilai Rp43 triliun dengan progres fisik 25 persen. Ekosistem kawasan juga diperkuat oleh pembangunan kantor lembaga lain, seperti Bank Indonesia yang progres fisiknya mencapai 14 persen pada awal 2024.
Kementerian Hukum Uji Coba Manajemen Talenta Berbasis E-Voting di Sumatera Utara

Langkah terakhir adalah mengevaluasi kesiapan operasional prioritas Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Menjelang pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI, OIKN berfokus memastikan ketersediaan akomodasi, kelancaran mobilitas, dan kecukupan pasokan pangan bagi ribuan tamu yang hadir di Nusantara. Pembangunan tahap awal periode 2022–2024 ini memprioritaskan infrastruktur utama seperti Istana Kepresidenan, Gedung MPR/DPR, perumahan, serta pemindahan ASN tahap awal. Pemantauan secara berkelanjutan terhadap kelanjutan paket pekerjaan Tahap 2 dan fasilitas pendukung lainnya akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan IKN sebagai pusat pemerintahan baru.






