berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Musik

Cara Mengenal dan Mengenang Karya Legendaris Trisnoize, Bassist Pas Band yang Berpulang

Fitri KaraengDiterbitkan 3 Agu 2026 - 03.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Mengenal dan Mengenang Karya Legendaris Trisnoize, Bassist Pas Band yang Berpulang
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia setelah Bambang Sutrisno, yang lebih dikenal dengan nama panggung Trisno atau Trisnoize, mengembuskan napas terakhirnya. Bassist dari grup rock alternatif Pas Band ini meninggal dunia pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, di RS Hermina Bandung. Sebelum berpulang, almarhum sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Ia berjuang melawan penyakit gagal ginjal yang mengharuskannya menjalani cuci darah secara rutin. Selain itu, terdapat temuan sumbatan darah di otak yang berisiko memicu stroke. Terkait usia mendiang saat tutup usia, terdapat perbedaan informasi dalam laporan sumber, di mana sebagian mencatat usia beliau adalah 55 tahun dan sebagian lainnya menuliskan 56 tahun.

Kepergian sang musisi pertama kali dikabarkan oleh drummer Pas Band, Sandy Andarusman, melalui akun Instagram pribadinya. Sandy menyebutkan bahwa Trisno berpulang pada jam 14.30, sementara laporan lain mencatat waktu kematian pada pukul 14.29. Kabar duka ini segera diikuti oleh ucapan belasungkawa dari rekan sesama musisi, salah satunya datang dari bassist Dewa 19, Yuke Sampurna. Melalui pernyataannya, Yuke menyampaikan pesan, "Selamat jalan luuuur... sodara sahabat sekaligus bassist Indonesia berkarakter." Bagi para penikmat musik Indonesia, kepergian Trisno merupakan kehilangan besar. Untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengapresiasi warisan musik yang ditinggalkannya, berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mengenang serta mempelajari kembali karya-karya dari sang bassist.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Langkah pertama untuk mengenang sosok Trisnoize adalah dengan menelusuri kembali sejarah awal berdirinya Pas Band. Grup musik rock alternatif legendaris ini dibentuk di Bandung pada awal era 1990-an. Trisno merupakan salah satu pendiri penting yang merintis band ini bersama rekan-rekannya, yaitu Yukie pada vokal, Bengbeng pada gitar, dan Richard Mutter pada drum. Dengan memahami sejarah awal pembentukan ini, pendengar dapat melihat dedikasi Trisno sejak awal kariernya di dunia musik. Selain aktif bersama Pas Band, mendiang juga diketahui sempat terlibat dalam proyek musik bersama band bernama Fujian.

Baca Juga

Jadwal dan Harga Tiket Kapal Kupang-Surabaya Agustus 2026

Jadwal dan Harga Tiket Kapal Kupang-Surabaya Agustus 2026

Langkah kedua adalah mengidentifikasi dan mempelajari gaya permainan bass yang menjadi ciri khas Trisnoize di industri musik Indonesia. Karakter permainan bass Trisno dikenal agresif dan kaya akan berbagai pengaruh genre musik yang berbeda. Ia secara konsisten menggabungkan elemen funk, metal, hingga hip hop ke dalam permainannya bersama band. Kombinasi gaya permainan inilah yang membuat aransemen lagu-lagu Pas Band terdengar sangat berkarakter dan memiliki ciri khas tersendiri pada masanya. Mendengarkan secara saksama alur bass dalam karya-karya mereka akan memberikan pemahaman mendalam tentang teknik bermusik yang diusung oleh almarhum semasa hidupnya.

Langkah ketiga adalah mendengarkan kembali secara kronologis deretan album yang pernah dilahirkan oleh Pas Band sepanjang perjalanan karier Trisno. Pendengar bisa memulainya dari rilis album independen perdana mereka yang berjudul Four Through the Sap pada tahun 1993. Setelah itu, Anda dapat melanjutkan perjalanan musikal dengan mendengarkan album In (No) Sensation yang dirilis pada tahun 1995. Eksplorasi karya tersebut dapat disusul dengan memutar album indieVduality yang diluncurkan pada tahun 1997, serta album Psycho I.D. pada tahun 1998. Memasuki era 2000-an, deretan karya berlanjut dengan album Ketika... yang dirilis tahun 2001, album PAS 2.0 pada tahun 2003, hingga karya rekaman mereka yang berjudul Unscripted Experience pada tahun 2020.

Baca Juga

Jadwal dan Rangkaian Zikir Kebangsaan di Monas Menyambut HUT ke-81 RI

Jadwal dan Rangkaian Zikir Kebangsaan di Monas Menyambut HUT ke-81 RI

Langkah keempat dan terakhir adalah mengapresiasi lagu-lagu ikonik yang secara langsung melibatkan kontribusi besar dari Trisno. Beberapa lagu yang patut didengarkan kembali untuk mengenang sang musisi antara lain adalah Jengah, Kesepian Kita, Impresi, Permata yang Hilang, dan Gladiator. Lagu-lagu tersebut tidak hanya menjadi bagian penting dari sejarah musik rock alternatif di Indonesia, tetapi juga menjadi bukti kontribusi nyata Trisnoize di kancah musik nasional. Melalui deretan karya inilah, karakter permainan bass Trisnoize akan terus hidup dan dapat terus dinikmati oleh para pendengarnya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Trisno Pas BandPas BandTrisnoizeBassist Pas BandMusik Rock Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Tahapan Hukum Kasus Dugaan Penipuan Vicky PrasetyoZikir dan Doa Kebangsaan di Kawasan Monumen Nasional JakartaJadwal dan Harga Tiket Kapal Kupang-Surabaya Agustus 2026Jadwal dan Rangkaian Zikir Kebangsaan di Monas Menyambut HUT ke-81 RIFaktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada Akhir Juli 2026Strategi Investasi Saham dan SBN Merespons Kebijakan Suku Bunga The FedKronologi Kebakaran Hotel Pullman di Jakarta BaratPentingnya Pelestarian Kebaya Sebagai Identitas Budaya Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap