berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Finansial

Cara Menganalisis Dampak Pergeseran Dana Murah ke Deposito pada Kinerja Perbankan

Usat BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 08.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menganalisis Dampak Pergeseran Dana Murah ke Deposito pada Kinerja Perbankan
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Perubahan struktur pendanaan di sektor perbankan merupakan sinyal penting yang wajib dicermati oleh nasabah maupun investor. Fenomena ini baru saja dialami oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI) pada periode semester I-2026. Ketika porsi dana murah atau current account saving account (CASA) menyusut dan beralih ke simpanan deposito yang menawarkan bunga lebih tinggi, perbankan akan menghadapi tantangan berupa potensi kenaikan biaya dana (cost of fund). Bagi Anda yang ingin memahami bagaimana kondisi ini memengaruhi kinerja keuangan bank, terdapat beberapa langkah analisis yang dapat diterapkan dengan menjadikan laporan keuangan Bank Permata sebagai studi kasus.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melacak rincian pergeseran saldo pada instrumen dana murah dan dana mahal. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, saldo giro Bank Permata tercatat turun 12,2% sepanjang tahun berjalan (year-to-date atau ytd) menjadi Rp64,74 triliun dari sebelumnya Rp73,71 triliun pada akhir 2025. Penurunan serupa juga terjadi pada instrumen tabungan yang menyusut sebesar 9,4% ytd menjadi Rp44,77 triliun dari Rp49,40 triliun. Secara total, dana murah bank tersebut berkurang sekitar Rp13,6 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini. Sebaliknya, simpanan dalam bentuk deposito berjangka justru meningkat tajam 14,3% ytd menjadi Rp79,65 triliun dari Rp69,67 triliun, yang berarti bertambah hampir Rp10 triliun. Melalui pemantauan angka-angka ini, Anda bisa melihat secara jelas bagaimana nasabah cenderung memindahkan uang mereka ke instrumen dengan imbal hasil yang lebih menguntungkan.

Langkah kedua adalah mengamati arah kebijakan suku bunga acuan dari bank sentral. Pergeseran likuiditas ke instrumen deposito berjangka umumnya sangat berkorelasi dengan tren suku bunga. Sebagai contoh, Bank Indonesia (BI) tercatat telah menaikkan BI rate sebesar 100 basis poin hanya dalam waktu satu bulan pada periode Mei-Juni 2026. Meskipun pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir BI memutuskan untuk menahan BI rate di level 5,75%, pergerakan agresif sebelumnya telah memberikan dampak langsung pada preferensi nasabah. Bagi investor, memantau hasil RDG secara berkala adalah cara terbaik untuk mengantisipasi seberapa besar tekanan biaya dana yang akan ditanggung oleh perbankan di kuartal berikutnya.

Baca Juga

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Langkah ketiga adalah mengevaluasi dampak langsung pergeseran pendanaan terhadap pendapatan operasional dan laba bersih perbankan. Kenaikan porsi deposito otomatis meningkatkan beban bunga yang harus dibayar bank. Hal ini tercermin dari pendapatan bunga dan syariah bersih Bank Permata yang turun menjadi Rp4,84 triliun pada semester I-2026, dibandingkan Rp5,04 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, Anda tidak boleh hanya berhenti pada angka pendapatan. Perhatikan juga komponen efisiensi lainnya. Laba bersih Bank Permata nyatanya masih mampu naik menjadi Rp1,72 triliun dari Rp1,65 triliun. Kenaikan laba ini ternyata seiring dengan strategi bank dalam menurunkan beban kerugian penurunan nilai (CKPN) dari Rp1,06 triliun menjadi Rp795 miliar.

Langkah keempat yang tidak kalah penting adalah memeriksa indikator likuiditas sekunder seperti utang repo dan total penyaluran kredit. Ketika dana murah berkurang, bank mungkin memerlukan sumber pendanaan jangka pendek lain untuk menjaga ekspansi bisnis. Laporan keuangan Bank Permata mencatat adanya kenaikan signifikan pada utang atas efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) menjadi Rp10,91 triliun per Juni 2026, dari hanya Rp2,26 triliun pada akhir 2025. Di sisi lain, kualitas aset produktif masih terjaga karena kredit yang diberikan tetap tumbuh menjadi Rp158,98 triliun dari Rp152,11 triliun pada akhir tahun lalu. Membandingkan pertumbuhan kredit dengan penggunaan instrumen pendanaan seperti repo akan memberikan gambaran utuh mengenai strategi manajemen likuiditas perbankan.

Baca Juga

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Sebagai kesimpulan, menganalisis dampak pergeseran dana perbankan memerlukan ketelitian dalam membaca setiap komponen laporan keuangan. Anda harus memastikan bahwa penurunan dana murah dikompensasi dengan pengelolaan aset yang baik dan efisiensi pencadangan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, mulai dari memantau pergerakan CASA dan deposito, mencermati kebijakan BI rate di level 5,75%, hingga menganalisis CKPN dan utang repo, Anda dapat mengambil keputusan finansial yang lebih matang saat berinvestasi di sektor perbankan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaSuku BungaBank PermataBNLIDepositoCASA

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap