Indonesia saat ini tengah mengalami transformasi besar di sektor kesehatan yang membuka peluang investasi jangka panjang bagi berbagai pelaku industri tingkat global. Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 287 juta jiwa, Indonesia telah memantapkan posisinya sebagai pasar layanan kesehatan terbesar di wilayah Asia Tenggara. Momentum penting terkait potensi ini dibahas secara mendalam dalam acara Indonesia Partnering Day 2026 yang mengusung tema 'Advancing Healthcare Delivery and Innovation'. Acara tersebut diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Pertemuan strategis ini mempertegas arah baru pengembangan layanan kesehatan nasional yang semakin terbuka bagi kolaborasi dan inovasi. Bagi para pelaku usaha dan perintis di bidang kesehatan, terdapat beberapa langkah strategis yang dapat diterapkan untuk memanfaatkan peluang investasi ini secara maksimal.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menyelaraskan inovasi bisnis dengan kebutuhan pasar kesehatan digital yang terus berkembang. Kehadiran investor global seperti Novo Holdings menjadi bukti nyata besarnya potensi ini. Novo Holdings didirikan pada tahun 1999 dengan tujuan utama untuk mengelola aset dan kekayaan milik Novo Nordisk Foundation. Perusahaan ini telah aktif menanamkan modal di Indonesia sejak tahun 2021 melalui platform kesehatan digital Halodoc. Pada tahun 2025, kolaborasi tersebut semakin kuat dengan peluncuran Halofit, yang merupakan klinik obesitas digital pertama di Indonesia. Peluncuran ini terwujud berkat kemitraan strategis antara Halodoc dan Novo Nordisk Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa solusi digital yang mampu menjawab masalah kesehatan spesifik sangat diminati oleh pasar dan investor internasional.
Langkah kedua bagi pelaku industri adalah memfokuskan pengembangan pada teknologi medis tingkat lanjut, khususnya yang berkaitan dengan kecerdasan buatan dan genomik. Sejak tahun 2022, Novo Holdings telah mengarahkan pendanaan pada perusahaan teknologi kesehatan yang mengembangkan solusi diagnostik berbasis AI untuk keperluan pencitraan medis. Selain itu, pada tahun yang sama, investasi juga disalurkan kepada perusahaan riset dan diagnostik berbasis genomik. Langkah ini sejalan dengan tren inovasi global di mana pemegang saham pengendali Novo Nordisk dan Novonesis, yaitu Novo Holdings, terus memperluas jangkauan portofolionya. Sebagai contoh nyata dari adopsi teknologi ini, perusahaan farmasi global Novo Nordisk secara resmi telah menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI guna mendorong transformasi penemuan dan distribusi obat berbasis kecerdasan buatan.
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Sabtu Pagi, tidak Berpotensi Tsunami

Langkah ketiga adalah memanfaatkan keberadaan kawasan ekonomi khusus yang dirancang secara spesifik untuk ekosistem kesehatan terpadu. Salah satu inisiatif utama di Indonesia adalah kehadiran KEK ETKI Banten (D-HUB SEZ) yang berlokasi di kawasan BSD City. Kawasan ini memiliki fokus utama untuk mengembangkan sektor kesehatan dan pendidikan internasional pada tahun 2026. Menempatkan basis operasional atau pusat riset di wilayah khusus seperti ini dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perusahaan lokal. Infrastruktur yang terintegrasi di dalam kawasan ekonomi khusus umumnya dinilai sangat kondusif dan menarik perhatian lembaga keuangan internasional yang mencari kepastian regulasi serta fasilitas pendukung yang memadai untuk investasi jangka panjang.
Langkah keempat adalah menyesuaikan skala bisnis agar dapat memenuhi kriteria pendanaan dari institusi global. Perusahaan investasi berskala besar seperti Novo Holdings memiliki kriteria komitmen investasi yang umumnya berkisar antara US$30 juta hingga US$100 juta untuk setiap investasi. Kapasitas pendanaan mereka sangat kuat, dibuktikan dengan total aset kelolaan yang mencapai US$109 miliar pada akhir tahun 2025, atau setara dengan DKK694 miliar maupun EUR93 miliar. Pada tahun 2025 saja, sekitar US$2 miliar diinvestasikan secara khusus pada sektor ilmu hayati. Secara keseluruhan, Novo Holdings memiliki 171 perusahaan di dalam portofolio investasi mereka, dengan 147 perusahaan di antaranya bergerak secara spesifik di sektor ilmu hayati.
Houthi Rebut Pulau Perim dan Kota Dhubab di Provinsi Taiz

Langkah terakhir untuk meraih pendanaan adalah memahami struktur operasional dan membangun komunikasi dengan tim regional dari calon investor. Secara global, Novo Holdings beroperasi melalui tujuh kantor dengan total 235 karyawan hingga akhir tahun 2025. Kantor pusatnya berada di Copenhagen, Denmark, dengan jaringan internasional yang mencakup Boston, San Francisco, London, Singapura, Shanghai, serta Mumbai yang baru dibuka pada tahun 2024. Khusus untuk kawasan ini, tim Asia beroperasi dari Singapura, Shanghai, dan Mumbai dengan 24 anggota yang bekerja penuh waktu. Tim ini bertugas mendukung 17 perusahaan portofolio di kawasan tersebut dan berada di bawah arahan Dr Amit Kakar selaku Managing Partner & Head of Asia. Memahami rekam jejak dan jaringan ini akan sangat membantu pelaku industri kesehatan nasional dalam memposisikan diri meraih investasi jangka panjang.






