Target pembangunan 65 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada tahun ini menjadi sarana utama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung produktivitas pesisir. Peninjauan langsung juga dilakukan oleh Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono pada pembangunan KNMP Pujiharjo di Malang pada 4 Maret 2026. Di lapangan, percepatan program prioritas ini didorong oleh Wakil Presiden Gibran agar manfaatnya segera menjangkau kawasan pesisir Indonesia secara meluas. Kehadiran sarana terpadu ini terbukti membantu pemenuhan kebutuhan melaut sekaligus menggerakkan perekonomian lokal, sebagaimana nelayan Lombok hingga Natuna rasakan manfaat KNMP secara nyata.
Langkah awal pemanfaatan KNMP dapat dimulai dengan mendatangi unit kios terpadu yang telah disediakan di lokasi program. Di Dusun Kelongkong, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), nelayan Anwar mengungkapkan bahwa sebelum tersedianya KNMP, nelayan mengalami kesulitan membeli peralatan melaut seperti jaring akibat keterbatasan ekonomi hingga terpaksa memprioritaskan kebutuhan harian. Kehadiran kios KNMP kini menyediakan perlengkapan kerja lengkap meliputi jaring, pancing, hingga oli kapal. Selain alat perikanan, masyarakat pesisir dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok atau sembako di kios tersebut tanpa perlu keluar dari lingkungan pemukiman nelayan.
Kemlu Memantau Kondisi 2 ABK WNI Selamat dan Pencarian Korban Hilang Kapal MV Tihamah di Yaman

Apabila kapal penangkap ikan mengalami kendala teknis pada sistem penggerak, nelayan dapat memanfaatkan fasilitas perbengkelan yang tersedia di lokasi KNMP. Nelayan Bilelando bernama Rudi Anggara menjelaskan bahwa sarana bengkel KNMP memberikan kemudahan bagi nelayan untuk mengatasi kerusakan mesin kapal secara cepat. Selain perbaikan langsung, sarana ini juga memungkinkan nelayan menggunakan mesin cadangan ketika mesin utama mengalami kerusakan, sehingga aktivitas berlayar tidak terhenti. Langkah ini menjaga efisiensi kerja di laut tanpa harus kehilangan waktu operasional melaut yang berharga.
Memasuki musim melaut yang berlangsung pada rentang Oktober hingga November, nelayan dapat mengoptimalkan sarana pendingin dan pendukung sebelum berangkat berlayar. Nelayan Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Roduan menyampaikan bahwa fasilitas di lokasi KNMP mencakup penyediaan es, layanan perbengkelan, serta sarana pendukung lainnya. Nelayan perlu memastikan ketersediaan pasokan es yang cukup dari fasilitas KNMP sebelum berangkat ke laut untuk mempertahankan kualitas hasil tangkapan selama periode operasional penangkapan ikan tersebut.
Strategi Danantara dan Hilirisasi Investasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Peningkatan prasarana KNMP diposisikan untuk mendorong perekonomian masyarakat pesisir, kendati pelaksanaan di sektor kelautan tetap diwarnai sejumlah dinamika dan tantangan operasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menuding KKP belum mengoptimalkan alokasi anggaran untuk pembelian kapal. Di sisi lain, prioritas keselamatan operasional laut juga menjadi perhatian di tengah terjadinya dua peristiwa kebakaran kapal penumpang dalam kurun 10 hari, serta insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang turut menjadi keprihatinan Sakti Wahyu Trenggono. Di samping itu, dinamika kepemimpinan KKP juga mencatat perhatian Presiden Prabowo Subianto yang menghubungi Sakti Wahyu Trenggono setelah sang menteri sempat pingsan. Dengan rampungnya target 65 titik KNMP tahun ini, pemanfaatan fasilitas kios, perbengkelan, dan penyediaan es diharapkan dapat terus berjalan optimal oleh para nelayan dari Lombok hingga Natuna.






