Pemerintah Singapura menyalurkan berbagai program bantuan guna meredam dampak kenaikan biaya hidup masyarakat akibat lonjakan harga. Kebijakan ini merupakan bagian dari pengumuman Cost-of-Living Special Payment dalam sidang parlemen pada April lalu. Sebagai langkah awal, para pekerja platform, pengemudi kendaraan sewaan pribadi, dan sopir taksi telah menerima bantuan tunai sebesar 200 dolar Singapura atau sekitar Rp2,7 juta sejak akhir April untuk meredam dampak kenaikan harga bahan bakar. Selanjutnya pada Juni, pemerintah mempercepat pencairan 500 dolar Singapura atau Rp6,9 juta dalam bentuk CDC Voucher kepada sekitar 1,38 juta rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, penyaluran bantuan tunai khusus berikutnya dijadwalkan berlangsung mulai September 2026.
Sebanyak lebih dari 2,4 juta warga Singapura akan menerima bantuan tunai khusus sebesar 400 hingga 600 dolar Singapura, atau sekitar Rp5,5 juta hingga Rp8,3 juta dengan asumsi kurs Rp13.959 per dolar Singapura, mulai 9 September 2026. Besaran bantuan ditentukan berdasarkan nilai tahunan rumah yang tercatat pada kartu identitas penduduk (NRIC) per 31 Desember 2025 serta pendapatan yang dikenakan pajak pada tahun penilaian 2025. Syarat penerima bantuan meliputi warga Singapura berusia minimal 21 tahun pada 2026, tinggal di Singapura, memiliki pendapatan kena pajak tahun 2025 tidak lebih dari 100 ribu dolar Singapura atau Rp1,3 miliar, serta tidak memiliki lebih dari satu properti. Bantuan maksimal 600 dolar Singapura atau Rp8,3 juta diberikan kepada warga dengan nilai tahunan rumah hingga 15 ribu dolar Singapura atau Rp209,2 juta dan pendapatan hingga 22 ribu dolar Singapura atau Rp306,9 juta.
Pelita Air Tebar Promo Merdeka Surprice Diskon Tiket hingga 45 Persen

Terkait mekanisme penyaluran, calon penerima tidak perlu mengajukan permohonan. Masyarakat dapat mengecek status penerima secara mandiri melalui portal govbenefits dengan menggunakan akun Singpass. Agar bantuan dapat diterima lebih cepat mulai 9 September 2026, pemerintah mengimbau warga untuk menghubungkan NRIC mereka dengan layanan PayNow paling lambat 30 Agustus. Bagi penerima yang menggunakan mekanisme pencairan lain, pembayaran melalui rekening bank yang terdaftar via GIRO akan dilaksanakan mulai 17 September, sedangkan pencairan melalui skema GovCash akan dimulai pada 24 September.
Pemerintah Singapura juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi penipuan yang mengatasnamakan bantuan tersebut. Penerima akan mendapatkan pemberitahuan resmi melalui SMS sebelum dan setelah dana masuk ke rekening. SMS resmi dari gov.sg hanya berisi informasi mengenai manfaat yang diterima dan dipastikan tidak pernah meminta warga untuk membalas pesan, mengeklik tautan, atau memberikan informasi pribadi. Pejabat pemerintah juga ditegaskan tidak akan menghubungi warga melalui telepon untuk meminta transfer uang atau meminta informasi login rekening bank.
GoTo Berikan Penjelasan Usai Saham GOTO Dikeluarkan dari Indeks MSCI

Bantuan tunai ini merupakan bagian dari paket dukungan senilai hampir 1 miliar dolar Singapura atau Rp13,95 triliun untuk meredam dampak kenaikan harga terhadap masyarakat, rumah tangga, dan pelaku usaha. Paket ini berdiri terpisah di luar komitmen 155 miliar dolar Singapura dalam Budget 2026. Selain itu, pemerintah Singapura juga menyiapkan paket dukungan tambahan senilai 900 juta dolar Singapura atau Rp12,56 triliun sebagai respons terhadap tingginya harga energi akibat ketidakpastian di Timur Tengah. Paket tambahan tersebut mencakup 300 dolar Singapura CDC Voucher untuk setiap rumah tangga serta potongan tagihan utilitas tambahan yang dijadwalkan cair pada Oktober 2026 dan Januari 2027.






