Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik mencatatkan kinerja yang sangat positif pada pembukaan perdagangan hari Jumat, 31 Juli 2026. Mayoritas indeks utama di kawasan ini bergerak menguat, didorong oleh sentimen positif dari sektor teknologi global serta laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan raksasa. Pergerakan bursa ini menjadi sorotan utama bagi para investor yang sedang memantau dinamika ekonomi global, terutama di tengah keputusan kebijakan moneter terbaru dari bank sentral Amerika Serikat. Berikut adalah sejumlah pertanyaan yang sering diajukan mengenai dinamika pasar saham pada pekan ini.
Bagaimana pergerakan bursa saham utama di kawasan Asia-Pasifik pada perdagangan Jumat ini?
Pada hari Jumat, 31 Juli 2026, bursa saham di wilayah Asia-Pasifik kompak dibuka di zona hijau dengan penguatan yang signifikan. Di Korea Selatan, indeks Kospi mencatatkan lonjakan yang sangat tajam dengan kenaikan lebih dari 13 persen. Sementara itu, bursa saham Jepang juga menunjukkan performa yang solid, di mana indeks Nikkei 225 menguat lebih dari 3 persen. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turut mengalami apresiasi dengan kenaikan sebesar 0,89 persen. Kenaikan serentak pada sejumlah indeks utama ini mencerminkan tingginya optimisme pelaku pasar yang kembali memburu aset berisiko di bursa regional.
Mengapa indeks Kospi di Korea Selatan melonjak sangat tajam hingga memicu penghentian perdagangan?
Lonjakan indeks Kospi yang melampaui angka 13 persen utamanya didorong oleh pergerakan agresif dari saham dua raksasa semikonduktor, yakni SK Hynix dan Samsung Electronics. Harga saham kedua produsen cip tersebut melesat sangat cepat tak lama setelah bursa dibuka. Kondisi ini pada akhirnya memicu otoritas bursa setempat untuk melakukan penghentian perdagangan sementara atau trading halt guna meredam volatilitas yang berlebih. Penguatan pada sektor semikonduktor ini juga sejalan dengan tren global, yang tecermin dari kenaikan produk investasi iShares Semiconductor ETF (SOXX) sebesar lebih dari 8 persen.
5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

Bagaimana kinerja laporan keuangan perusahaan teknologi Amerika Serikat memengaruhi sentimen pasar?
Laporan keuangan dari sejumlah perusahaan teknologi raksasa di Amerika Serikat memberikan dorongan besar bagi sentimen pasar global. Saham Microsoft melonjak sebesar 16 persen setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan bisnis komputasi awan Azure yang berhasil melampaui ekspektasi pasar. Amazon juga mencatatkan lonjakan harga saham lebih dari 9 persen dalam perdagangan setelah jam bursa (after-hours). Kenaikan ini terjadi setelah Amazon membukukan pendapatan kuartal kedua yang berada di atas estimasi analis, ditopang oleh kinerja bisnis komputasi awan yang sangat kuat. Di sisi lain, Apple melaporkan pendapatan fiskal kuartal ketiga yang melampaui perkiraan berkat kenaikan penjualan produk iPhone sebesar 22 persen. Meski demikian, saham Apple justru mengalami penurunan sekitar 6 persen dalam perdagangan setelah jam bursa karena pendapatan dari segmen layanan (services) tercatat lebih rendah dari ekspektasi.
Apa keputusan terbaru Federal Reserve dan bagaimana pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat?
Dalam pertemuan kebijakan moneter terbarunya, bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan untuk tidak memangkas suku bunga ini langsung direspons oleh pasar obligasi. Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 30 tahun merangkak naik sebesar 6 basis poin hingga menembus level 5,2 persen. Kenaikan tersebut membawa imbal hasil obligasi jangka panjang ini mendekati posisi tertingginya yang terakhir kali terlihat pada tahun 2007.
Sosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Bagaimana pergerakan bursa saham Amerika Serikat sepanjang pekan ini setelah sempat anjlok?
Sebelum mencatatkan penguatan menjelang akhir pekan, pasar saham Amerika Serikat sempat mengalami tekanan jual yang sangat berat. Pada hari Rabu, indeks Dow Jones anjlok lebih dari 1.100 poin, yang tercatat sebagai penurunan harian terbesar sejak bulan April 2025. Namun, pasar berhasil pulih dan mencatatkan akumulasi pergerakan mingguan yang positif. Sepanjang pekan ini, indeks Dow Jones tercatat naik sekitar 0,5 persen. Indeks S&P 500 juga menguat sekitar 0,4 persen, sementara indeks Nasdaq Composite bertambah sekitar 0,6 persen.
Bagaimana pandangan analis terkait dinamika pasar yang terjadi saat ini?
Merespons tingginya volatilitas pasar, Richard Bernstein, yang menjabat sebagai Global Head of Macro and Customized Investing di Janus Henderson Investors, memberikan pandangannya. Berdasarkan analisisnya, para investor saat ini sedang menyesuaikan kembali ekspektasi mereka terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Berkurangnya harapan akan adanya pelonggaran moneter dalam waktu dekat telah mengurangi likuiditas berlebih yang selama ini menopang kenaikan saham-saham spekulatif. Selain itu, kepemimpinan pasar dinilai mulai mengalami pergeseran dari saham-saham teknologi raksasa menuju perusahaan-perusahaan yang memiliki fundamental bisnis yang semakin membaik.






