Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa angka desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) berfungsi sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi keluarga. Keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta pada Ahad (23/8/2026) tersebut meluruskan persepsi bahwa desil mencerminkan angka nominal penghasilan atau tolok ukur kemiskinan absolut.
Memahami status desil secara tepat membantu masyarakat maupun penyelenggara kebijakan melihat posisi sosial ekonomi rumah tangga secara objektif. Terdapat sejumlah tahapan dan prinsip yang perlu diperhatikan saat membaca data pemeringkatan desil ini.
Langkah Membaca dan Menafsirkan Angka Desil Keluarga
Untuk menghindari kekeliruan dalam menafsirkan data kesejahteraan, perhatikan cara membaca indikator desil berikut:
1. Pahami Pengelompokan Skala 1 Sampai 10 Angka desil membagi peringkat kesejahteraan masyarakat ke dalam sepuluh kelompok secara berurutan. Sebagai contoh, keluarga yang tercatat pada desil 3 berada pada kelompok ketiga terbawah dari sepuluh tingkatan kesejahteraan relatif. Penempatan ini menunjukkan urutan perbandingan antar-keluarga di tingkat nasional.
Grand Final PORSENI 2026 Asah Daya Juang Karyawan PNM

1. Hindari Menyamakan Desil dengan Nilai Nominal Pendapatan Status desil bukanlah angka pasti dari gaji, tabungan, maupun total kekayaan. Dua keluarga yang berada di tingkat desil yang sama tidak selalu memiliki nominal pendapatan, pola pengeluaran, atau situasi sosial ekonomi yang identik.
1. Periksa Seluruh Kriteria Penilaian Multidimensi Penetapan desil tidak hanya bertumpu pada satu faktor tunggal, seperti besaran daya listrik, jenis pekerjaan, kepemilikan satu barang tertentu, atau besaran gaji bulanan. BPS mengumpulkan serangkaian indikator yang dinilai secara serentak, meliputi: - Kondisi fisik bangunan tempat tinggal - Sumber air minum yang digunakan - Bahan bakar dan jenis energi untuk memasak - Kepemilikan aset rumah tangga - Besaran daya serta pemakaian listrik - Komposisi anggota dalam keluarga - Jenjang pendidikan dan jenis pekerjaan - Kondisi kesehatan serta keberadaan anggota keluarga penyandang disabilitas
1. Kenali Perhitungan Metode Proxy Means Test (PMT) Seluruh indikator fisik dan sosial tersebut diolah menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT). Pendekatan berstandar internasional ini diterapkan untuk mengestimasi taraf kesejahteraan rumah tangga melalui karakteristik yang dapat diobservasi secara langsung, terutama ketika data nominal konsumsi atau pendapatan riil sulit diverifikasi secara lengkap.
Cara Instansi Menggunakan Desil untuk Target Program
Data desil yang dirilis BPS dirancang sebagai instrumen pemeringkatan bagi pemerintah. Dalam penerapannya, kementerian dan lembaga negara memanfaatkan urutan kesejahteraan ini sebagai rujukan awal dalam menentukan prioritas bantuan sosial.
Kripto Makin Terhubung dengan Bank, Regulasi Jadi Fondasi

Posisi desil bukan merupakan daftar langsung penerima bantuan. Setiap kementerian atau lembaga memiliki kriteria teknis tersendiri yang disesuaikan dengan sasaran program kerja masing-masing. Penentuan kelayakan penerima manfaat tetap merujuk pada regulasi dan ketentuan khusus program yang bersangkutan, bukan sekadar melihat nomor desil semata.
Memahami Perubahan Posisi Desil Rumah Tangga
Kedudukan desil suatu keluarga bersifat dinamis dan dapat bergeser sewaktu-waktu. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh dinamika kondisi sosial ekonomi internal keluarga maupun pergeseran kondisi keluarga lain dalam populasi nasional.
Perubahan pada satu indikator saja鈥攎isalnya penambahan satu jenis aset atau kenaikan daya listrik鈥攖idak otomatis menggeser angka desil keluarga. Sistem pemeringkatan memperhitungkan keseluruhan variabel secara terpadu, sehingga pergeseran kelompok hanya terjadi apabila akumulasi indikator kesejahteraan menunjukkan perubahan yang signifikan.






