Pemerintah dan aparat keamanan Meksiko menyelidiki aksi serangan bom mobil yang meledak persis di depan markas kepolisian di Ojocaliente, negara bagian Zacatecas. Pemerintah setempat menyatakan bahwa teror tersebut merupakan aksi balasan dari kelompok kejahatan terorganisir menyusul serangkaian penangkapan anggota mereka oleh aparat penegak hukum baru-baru ini.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam waktu setempat itu melukai sedikitnya 11 orang. Para korban luka mencakup seorang polisi wanita serta 10 warga sipil, termasuk seorang bayi.
Daya ledak yang kuat menimbulkan kerusakan fisik di kawasan permukiman sekitar kantor polisi. Sekitar 30 rumah warga mengalami kerusakan, kaca-kaca bangunan pecah berhamburan, dan sejumlah mobil yang terparkir di dekat lokasi turut terdampak.
Vonis Ibam Diperberat Jadi 5 Tahun Penjara di Kasus Chromebook

Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas setempat, kendaraan yang dijadikan bom tersebut diduga merupakan mobil curian dari negara bagian lain sebelum dipasangi muatan bahan peledak oleh para pelaku.
Insiden ini tercatat sebagai serangan ketiga yang menyasar markas kepolisian Ojocaliente dalam kurun waktu kurang dari dua tahun terakhir. Namun, dua serangan sebelumnya hanya menggunakan granat atau peledak dengan daya rusak lebih kecil dibanding bom mobil kali ini.
KPK Sita Rumah Mewah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

Kelompok kejahatan terorganisir di Meksiko yang terafiliasi dengan kartel narkoba tercatat kian masif memakai taktik militer dalam menyerang aparat, termasuk pemanfaatan bom mobil, ranjau darat, hingga pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak.






