berputar.id
BerandaHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman OnlinePopuler
Beranda/Nasional

Bisakah Memadamkan Kebakaran dengan Tepung Ubi? Ini Catatan Riset dan Wacana Pemerintah

Bambang SetiawanDiterbitkan 26 Agu 2026 - 13.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bisakah Memadamkan Kebakaran dengan Tepung Ubi? Ini Catatan Riset dan Wacana Pemerintah
Foto/Ilustrasi: Tirto
A-A+

Rencana pemanfaatan bahan pemadam api berbasis tepung singkong atau ubi kayu menjadi perbincangan publik usai Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangannya sebagai alternatif penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gagasan tersebut memicu perhatian luas terkait efektivitas serta keamanan penggunaan serbuk pangan tersebut di lapangan.

Wacana ini mengemuka saat Presiden memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatra Selatan pada Senin, 24 Agustus 2026. Dalam forum tersebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memaparkan adanya inovasi berbasis tepung ubi yang diklaim mampu memisahkan kontak antara api, oksigen (O2), dan karbon dioksida (CO2) guna memadamkan kebakaran pada tahap awal.

Menanggapi paparan itu, Presiden menyebut konsep penjatuhan bahan tepung dari pesawat atau helikopter sebagai istilah ubi bombing untuk melengkapi metode water bombing. Pemerintah pun diminta melakukan riset mendalam, menguji coba penyebaran bahan via udara, serta menyusun alokasi anggaran demi kebutuhan produksi skala besar.

Baca Juga

Kepala BNPB Ungkap Banyak Warga NTT Mengungsi gegara Takut Gempa Susulan

Kepala BNPB Ungkap Banyak Warga NTT Mengungsi gegara Takut Gempa Susulan

Risiko Debu dan Bukti Ilmiah Pembakaran

Kendati inovasi tersebut tengah didorong pemerintah, literatur ilmiah mencatat bahwa penggunaan serbuk tepung mentah langsung ke titik api memiliki risiko tinggi. Pati singkong dalam wujud partikel debu yang tersuspensi di udara tergolong mudah terbakar dan berpotensi memicu deflagrasi atau ledakan debu (dust explosion).

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Processes pada 16 November 2022 oleh Ruichong Zhang dan Chengyu Xie mendokumentasikan karakteristik pembakaran dan bahaya ledakan dari sebaran debu pati singkong. Sifat mudah terbakarnya partikel ini juga pernah dikaji dalam tesis magister di Chulalongkorn University pada 1996, yang menguji serbuk tepung singkong bercampur udara sebagai bahan bakar pembakar (burner).

Lembaga edukasi keselamatan Fire Fighter Now pada 25 Oktober 2021 turut mengingatkan bahwa melempar tepung kering ke atas api justru memperluas bidang kontak bahan dengan panas dan oksigen. Tindakan tersebut berisiko memperbesar kobaran alih-alih meredakannya.

Baca Juga

BNPB Ungkap Masih Banyak Warga NTT Takut Gempa Susulan, Diperparah Isu di Medsos

BNPB Ungkap Masih Banyak Warga NTT Takut Gempa Susulan, Diperparah Isu di Medsos

Potensi Efektif Melalui Rekayasa Hidrogel

Kajian ilmiah menunjukkan tepung ubi baru memiliki sifat pemadam jika telah direkayasa secara kimiawi menjadi material penahan panas, bukan ditebarkan dalam bentuk serbuk murni.

Hal ini dibuktikan dalam riset tahun 2023 oleh Le Thao Uyen dan Nguyen Le Viet Hoang dari Tuyen Quang Upper Secondary School for the Gifted. Studi tersebut berhasil mensintesis polimer superabsorben dari pati tapioka menjadi hidrogel tahan api (flame-retardant hydrogel). Dalam bentuk olahan hidrogel tersebut, material berbasis tapioka terbukti memiliki performa yang baik untuk mencegah sekaligus memadamkan api.

Sumber: Tirto

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KarhutlaPrabowo Subiantokebakaran hutan

Berita Terbaru Lainnya

Kepala BNPB Ungkap Banyak Warga NTT Mengungsi gegara Takut Gempa SusulanBNPB Ungkap Masih Banyak Warga NTT Takut Gempa Susulan, Diperparah Isu di MedsosPrabowo Kunjungi Nagekeo NTT, Wilayah Terparah yang Dilanda GempaKemarau Panjang Meluas, 11 Daerah di Sultra Tetapkan Status Darurat KekeringanKemenkes, 105 Orang Tewas, 1.672 Luka-luka Akibat Gempa di NTTPrabowo Pimpin Rakor Penanganan Gempa NTT di NagekeoPresiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Tiga Daerah Terdampak Gempa FloresKebakaran RS Pemerintah, 15 Bayi Tewas Terjebak Api

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

HukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman Online

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap