Badan Gizi Nasional (BGN) merilis perkembangan data penanganan kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan hasil investigasi sementara, tercatat sebanyak 512 orang terdampak dalam insiden tersebut, dengan 120 orang di antaranya masih menjalani observasi medis.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menjelaskan bahwa dari total 512 orang yang terpapar, sebagian besar korban telah berangsur pulih. Sebanyak 312 orang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari fasilitas kesehatan, sedangkan 80 pasien lainnya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Menindaklanjuti temuan tersebut, BGN menjatuhkan sanksi administratif berupa suspensi berat operasional selama 30 hari terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin yang berlokasi di Desa Kalitengah. Selain membekukan aktivitas dapur penyedia makanan tersebut, BGN turut mengusulkan pencopotan dan pergantian kepala SPPG setempat.
Regan Harney dan Bali United FC Rilis Koleksi Jam Tangan Edisi Terbatas Terinspirasi Tridatu

BGN kini tengah menjalankan investigasi mendalam bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan sumber dan penyebab utama kontaminasi pada menu MBG yang dikonsumsi para korban. Hasil uji laboratorium dan penelusuran epidemiologi tersebut rencananya akan dibuka secara transparan kepada publik begitu seluruh proses rampung.
Data mutakhir dari BGN ini mengoreksi laporan awal Pemerintah Kabupaten Sidoarjo per Rabu (2/9) yang sebelumnya mendata 566 santri dan pelajar terdampak dari 19 lembaga pendidikan di Tanggulangin, dengan 88 orang sempat dirawat intensif. Gejala keracunan massal tersebut pertama kali mencuat pada Selasa (1/9) usai para siswa mengonsumsi paket makanan MBG.
DPR Minta Purbaya Cs Lapor Evaluasi APBN Tiap 3 Bulan di 2027

Di tingkat daerah, evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia makanan mulai diberlakukan. Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan pihaknya menertibkan keberadaan unit pengolahan makanan di wilayahnya. Dari total 170 unit SPPG yang ada di Sidoarjo, 31 unit diketahui belum mengantongi izin operasional resmi dan telah diinstruksikan untuk menghentikan aktivitasnya sementara waktu.
Subandi juga menepis kabar burung yang sempat beredar terkait adanya korban meninggal dunia. Kepastian tersebut ia sampaikan usai meninjau langsung kondisi para pasien di tiga rumah sakit rujukan yang menangani para pelajar dan santri terdampak.






