Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa peristiwa gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,2 yang mengguncang kawasan Kepulauan Sandwich Selatan tidak berpotensi menimbulkan tsunami bagi wilayah Indonesia.
Berdasarkan informasi BMKG, gempa bumi tektonik tersebut tercatat terjadi pada Kamis (3/9) pagi pukul 06.46 WIB. Kesimpulan terkait ketiadaan ancaman tsunami untuk Indonesia didapatkan secara langsung melalui hasil analisis pemodelan pemantauan tsunami sesaat setelah peristiwa berlangsung.
Korban Meninggal Dunia Banjir Bandang di Nepal Mencapai 1.204 Orang

Dalam pemutakhiran datanya, BMKG mencatat gempa memiliki magnitudo M6,2 dengan pusat kedalaman atau hiposenter berada pada kedalaman 119 kilometer. Sementara itu, episenter atau pusat gempa terletak di wilayah laut pada koordinat 56,12 derajat Lintang Selatan (LS) dan 27,85 derajat Bujur Barat (BB). Lokasi titik episenter ini berjarak sekitar 2.008 kilometer arah tenggara Stanley, Kepulauan Falkland.
Meninjau lokasi pusat gempa serta kedalamannya, BMKG mengklasifikasikan kejadian ini sebagai jenis gempa bumi menengah. Guncangan tektonik tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng, yakni penunjaman Lempeng Amerika Selatan terhadap Lempeng Sandwich.
Ini 5 Pemain NBA yang Diprediksi Meledak Bersama Tim Baru di Musim 2026-2027

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa deformasi batuan pada zona penunjaman tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Melalui pemodelan yang komprehensif, BMKG menegaskan seluruh aktivitas tektonik dari wilayah Samudra Atlantik bagian selatan ini aman dan tidak memberikan dampak gelombang tsunami ke perairan Indonesia.






