Badan Gizi Nasional (BGN) merekomendasikan pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin buntut peristiwa keracunan massal yang menimpa santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Kabupaten Sidoarjo. Insiden tersebut berdampak pada lebih dari 500 orang setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menegaskan langkah pergantian pimpinan unit pelayanan tersebut diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban operasional. Selain usulan pemecatan kepala unit, BGN memberlakukan sanksi pembekuan operasional (suspend) kategori berat terhadap SPPG Talang Angin selama 30 hari.
Penanganan Medis dan Kondisi Pasien
Penanganan medis terhadap para korban difokuskan pada sejumlah fasilitas kesehatan di Sidoarjo. Di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, data penanganan mencatat sebanyak 380 orang sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan darurat.
Polisi Bakal Periksa Febrio Adianto di Kasus Kematian Sutrimo

Hingga pukul 15.30 WIB pada hari kejadian, mayoritas pasien telah dipulangkan. Dari total 380 orang yang masuk ke RSUD RT Notopuro, sebanyak 353 pasien dinyatakan membaik dan diizinkan pulang. Sementara itu, 22 orang masih berada dalam masa observasi dan lima pasien menjalani rawat inap di ruang perawatan biasa tanpa perlu rujukan ke ruang ICU.
Kondisi para pasien yang diobservasi terpantau berangsur pulih, meski sebagian santri masih mengeluhkan gangguan pencernaan seperti sakit perut dan diare.
Alasan Ketua Umum dan Sekjen Partai Ummat Mundur dari Jabatannya

Investigasi Bersama Dinas Kesehatan
BGN kini mengarahkan perhatian penuh pada proses pemulihan seluruh korban sembari menjalankan penelusuran epidemiologis dan laboratoris. BGN bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat guna mencari sumber kontaminasi dan penyebab pasti keracunan.
Hasil investigasi dari sampel makanan dan uji laboratorium Dinas Kesehatan nantinya akan diumumkan secara resmi untuk menentukan faktor pemicu insiden serta menjadi landasan evaluasi pengawasan distribusi MBG ke depan.






