Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan dan melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada Senin (14/9/2026). Perombakan ini menandai perubahan kepemimpinan di Kementerian Keuangan yang berlangsung cepat di tengah agenda kedinasan kedua pejabat tersebut.
Suahasil mengaku menerima panggilan telepon dari pihak Istana pada Senin pagi dan diminta langsung bersiap untuk pelantikan pada sore harinya. Pada saat yang hampir berbarengan, Purbaya masih bertugas menghadiri Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Senayan. Forum tersebut sempat diskors oleh pimpinan rapat karena Purbaya harus menerima panggilan telepon mendesak, sebelum kabar pemberhentiannya diumumkan secara resmi beberapa jam kemudian.
Rekam Jejak dan Dinamika Pergantian
Suahasil Nazara bukan figur baru di tubuh bendahara negara. Ia telah mengemban amanat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 pada era Sri Mulyani Indrawati. Posisi tersebut terus diembannya mendampingi Purbaya bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Menkeu definitif.
OTT BPN Bogor, KPK Temukan 17 Koper Berisi Uang Rp100 Miliar di Rumah Gus A

Adapun Purbaya sebelumnya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani. Masa jabatan Purbaya diwarnai fokus pada pemulihan ekonomi dan percepatan belanja, hingga estafet kepemimpinan kembali beralih kepada Suahasil pada September 2026.
Perbandingan Arah Kebijakan dan Pernyataan Kedua Tokoh
Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan ini turut memperlihatkan perbedaan penekanan narasi serta prioritas yang disampaikan masing-masing tokoh saat menduduki kursi Menkeu.
Asap Karhutla Kembali Terlihat di Kawasan IKN

Saat awal menjabat pada 8 September 2025, Purbaya menonjolkan target percepatan pertumbuhan ekonomi dan likuiditas sistem keuangan demi mempercepat pendanaan program pemerintah. Ia memandang defisit atau belanja APBN tidak otomatis memicu inflasi, dengan melihat potensi pertumbuhan di rentang 6,5 hingga 6,7 persen. Purbaya sempat melontarkan pernyataan kontroversial terkait demonstrasi Agustus 2025 yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi 6 hingga 7 persen akan membuat pengunjuk rasa sibuk mencari kerja dan makan enak, sebelum akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf pada 9 September 2025 bahwa target utamanya adalah penciptaan lapangan kerja secara cepat.
Sebaliknya, usai dilantik pada 14 September 2026, Suahasil Nazara menekankan stabilitas fiskal berdasarkan arahan Presiden Prabowo. Suahasil menggarisbawahi komitmen untuk menjaga kesehatan serta kredibilitas APBN demi mendanai program prioritas pemerintah secara seimbang. Ia memastikan defisit anggaran tetap dijaga di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), seraya menegaskan bahwa efisiensi fiskal bukan sekadar pemotongan anggaran melainkan optimalisasi belanja untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.






