berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Bapanas Usut Beras Fortifikasi Bermasalah yang Mulai Ditarik Produsen dari Pasar

Yolanda RumbayanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 12.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bapanas Usut Beras Fortifikasi Bermasalah yang Mulai Ditarik Produsen dari Pasar
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Apakah beras fortifikasi atau beras dengan klaim kandungan gizi yang biasa Anda beli aman dan sesuai dengan label kemasannya? Pertanyaan praktis ini kini menjadi perhatian utama masyarakat setelah Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap adanya masalah serius pada peredaran produk pangan tersebut di pasar. Pemerintah memastikan bahwa tindakan tegas dan pengawasan terhadap komoditas beras khusus ini masih terus berjalan. Langkah ini diambil menyusul temuan bahwa sebagian produsen mulai menarik stok produk mereka secara mandiri dari pasaran setelah pengawasan ketat mulai diberlakukan.

Berdasarkan hasil pengawasan jilid pertama yang dilakukan oleh Bapanas di wilayah Jakarta, apa sebenarnya yang menjadi akar permasalahan ini?

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Penyelidikan awal mengungkap adanya ketidaksesuaian kandungan gizi yang sangat signifikan pada produk yang beredar di lapangan. Dari pengujian laboratorium terhadap sampel yang dikumpulkan, ditemukan bahwa sekitar 80 persen sampel memiliki nilai gizi yang tidak sesuai dengan apa yang tertera pada label kemasan mereka. Secara terperinci, pengawasan ini menyasar 15 sampel merek beras jenis khusus yang beredar di pasaran. Sampel-sampel tersebut terdiri atas 3 sampel beras fortifikasi dan 12 sampel beras dengan klaim gizi. Seluruh sampel ini berasal dari 9 produsen berbeda yang menggunakan 15 merek dagang berbeda pula. Ketidaksesuaian nilai gizi hasil uji laboratorium ini tentu memicu kekhawatiran mengenai keabsahan klaim nutrisi yang ditawarkan kepada konsumen.

Mengapa sebagian produsen beras tersebut sampai terburu-buru menarik produk mereka dari pasaran, dan bagaimana dampaknya terhadap harga jual?

Baca Juga

Penanganan Kebakaran Hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Penanganan Kebakaran Hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Kekhawatiran akan sanksi hukum dan penertiban yang sedang berjalan membuat sejumlah produsen memilih untuk mengambil langkah preventif dengan menarik stok mereka. Bahkan, salah satu merek beras fortifikasi yang dijadikan sampel diketahui telah menghentikan proses produksinya secara total. Sebelum berhenti berproduksi, merek tersebut menjual berasnya dengan harga yang sangat tinggi, yakni mencapai Rp 42.000 per kilogram. Produsen merek ini mengklaim bahwa produk mereka diperkaya dengan zat gizi mikro tertentu, namun hasil pengujian laboratorium membuktikan bahwa kandungan riil di dalamnya tidak sesuai dengan klaim tersebut.

Secara umum, Bapanas juga mengidentifikasi adanya ketimpangan harga yang tidak wajar pada komoditas beras khusus ini. Beras yang diklaim sebagai beras fortifikasi di pasaran dijual dengan harga rata-rata Rp 22.000 per kilogram, dan beberapa di antaranya bahkan dijual melebihi Rp 42.000 per kilogram. Harga yang sangat tinggi ini dinilai tidak wajar karena melampaui jauh Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk beras kelas premium. Padahal, beras-beras yang harganya dinaikkan tersebut belum tentu memiliki kualitas beras medium ataupun premium yang sesuai dengan standar mutu fisiknya.

Bagaimana sebenarnya alur perizinan edar yang sah untuk beras fortifikasi di Indonesia?

Untuk menjamin keamanan konsumen dan keabsahan klaim gizi, setiap produsen beras fortifikasi diwajibkan untuk mengantongi izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Pengurusan izin edar ini dikelola secara ketat oleh Bapanas bersama dengan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD). Untuk produk beras fortifikasi yang diproduksi di dalam negeri, izin edarnya diterbitkan secara resmi oleh gubernur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di tingkat provinsi. Namun, penerbitan izin ini hanya bisa dilakukan setelah melalui proses verifikasi kelayakan yang dijalankan oleh dinas yang menangani urusan pangan di tingkat provinsi selaku OKKPD.

Baca Juga

Wajah Baru Bernadya, Aransemen Cheerful di Panggung Bangor Fest 2026

Wajah Baru Bernadya, Aransemen Cheerful di Panggung Bangor Fest 2026

Apa langkah yang akan diambil pemerintah selanjutnya, dan apa batasan informasi yang perlu diketahui masyarakat saat ini?

Pemerintah melalui Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengawasan dan penegakan aturan terhadap peredaran beras fortifikasi yang bermasalah ini akan terus dilanjutkan. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Sutanto, juga mengawal proses pengawasan ini agar peredaran pangan di masyarakat tetap aman serta terhindar dari klaim palsu yang merugikan konsumen secara finansial maupun kesehatan.

Meskipun demikian, masyarakat perlu memahami adanya keterbatasan informasi dalam pengawasan tahap awal ini. Sejauh ini, Bapanas baru memaparkan data hasil pengawasan yang berfokus di wilayah Jakarta dengan total 15 sampel merek beras jenis khusus. Pemerintah belum merinci daftar lengkap nama-nama dari 9 produsen maupun 15 merek dagang yang bermasalah tersebut kepada publik secara luas. Selain itu, belum ada kepastian mengenai seberapa luas peredaran beras bermasalah ini di luar wilayah Jakarta, sehingga konsumen diimbau untuk lebih cermat dalam memperhatikan label gizi dan izin edar resmi PSAT saat membeli beras fortifikasi.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BapanasBeras FortifikasiKeamanan PanganAndi Amran Sulaiman

Berita Terbaru Lainnya

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp2,690 Juta per Gram, Cek Perbandingan Merek LainRupiah Menguat ke Rp17.816 per Dolar AS Pagi IniPenanganan Kebakaran Hutan di Taman Nasional Bromo Tengger SemeruWajah Baru Bernadya, Aransemen Cheerful di Panggung Bangor Fest 2026Alasan Pemerintah Kota Pekanbaru Tidak Memperpanjang HGB Ruko Sukaramai Trade CenterPresiden Prabowo Bahas Program B50 dan Perintahkan Pemangkasan Anak-Cucu BUMNAlasan Mikel Arteta Boyong Bruno Guimaraes ke Arsenal Senilai 75 Juta PoundsterlingPergerakan IHSG dan Aksi Korporasi Emiten, Dividen EAST, Ekspansi SINI, dan Diversifikasi RLCO

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026