PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat) memperluas langkah peningkatan literasi masyarakat dengan menghadirkan fasilitas Pojok Baca di SD Negeri Teluk Bulan, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kehadiran sarana membaca ini direalisasikan melalui payung program GROW with RupiahCepat.
Bantuan yang disalurkan ke sekolah dasar tersebut tidak hanya berupa penyediaan bahan bacaan. RupiahCepat turut merenovasi salah satu ruangan sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi. Ruangan tersebut diperbaiki dan ditata ulang agar layak difungsikan kembali sebagai area membaca sekaligus ruang belajar yang kondusif bagi para siswa.
Untuk menunjang kenyamanan kegiatan belajar mengajar di lokasi, bantuan perlengkapan yang diserahkan meliputi pengadaan rak buku, meja baca, serta ragam koleksi buku bacaan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.
Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Direktur Utama PT Kredit Utama Fintech Indonesia Balandina Siburian menyampaikan bahwa inisiatif GROW with RupiahCepat dirancang agar setiap kontribusi yang diberikan dapat menyentuh kebutuhan nyata masyarakat setempat. Di sisi lain, Kepala SD Negeri Teluk Bulan H. Sukur, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas renovasi dan sarana literasi yang diberikan oleh pihak RupiahCepat untuk mendukung sarana belajar para peserta didiknya.
Fasilitas literasi di SD Negeri Teluk Bulan merupakan Pojok Baca kedua yang diresmikan dalam rangkaian program GROW with RupiahCepat sejak inisiatif ini pertama kali bergulir pada Mei 2026. Sebelumnya, RupiahCepat telah mendirikan sarana Pojok Baca perdana di SD Muhammadiyah Worawari, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Mei 2026.
Hasil DA8 Tadi Malam, Siapa Tersenggol, & Jadwal Grup 2 Top 17

Edukasi Keuangan Digital bagi Mahasiswa di Mataram
Selain menyasar siswa sekolah dasar di Lombok, RupiahCepat juga menggelar kegiatan edukasi di tingkat pendidikan tinggi. Pada 26 Agustus 2026, perusahaan berpartisipasi dalam agenda Pindar Mengajar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Universitas Mataram.
Melalui kuliah umum tersebut, para mahasiswa menerima pemaparan mengenai tata kelola keuangan pada era digital. Materi yang diberikan mencakup langkah praktis penyusunan anggaran, pengelolaan arus kas pribadi, kecakapan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, hingga pentingnya menggunakan layanan pendanaan digital secara bijak dan bertanggung jawab.






