berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Bisnis

Aturan dan Dampak Kebijakan Kenaikan PPN 12 Persen Tahun 2025 bagi Konsumen

Slamet PrabowoDiterbitkan 11 Agu 2026 - 04.04 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Aturan dan Dampak Kebijakan Kenaikan PPN 12 Persen Tahun 2025 bagi Konsumen
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan penyesuaian tarif pajak baru yang berdampak langsung pada berbagai sektor ekonomi. Salah satu langkah yang menuai perhatian luas adalah kebijakan kenaikan PPN 12 persen pada tahun 2025. Untuk membantu publik memahami implikasi serta pengecualian dari aturan baru ini, berikut adalah rangkuman informasi penting mengenai kebijakan tersebut.

Kapan kebijakan kenaikan PPN 12 persen tahun 2025 mulai berlaku dan apa dasar hukumnya?

Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2025. Langkah ini diambil pemerintah sebagai amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Aturan ini mengikat seluruh penyerahan barang dan jasa kena pajak di Indonesia, kecuali bagi komoditas dan sektor yang secara spesifik mendapatkan fasilitas pembebasan atau insentif dari pemerintah.

Apakah semua kebutuhan pokok masyarakat akan mengalami kenaikan harga akibat kebijakan ini?

Pemerintah telah mengantisipasi dampak langsung terhadap kebutuhan pokok melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2024. Aturan ini memberikan pembebasan PPN untuk sejumlah barang kebutuhan pokok dan jasa strategis tertentu. Sebagai contoh, beras biasa dibebaskan dari pengenaan PPN. Namun, pembebasan ini tidak berlaku untuk beras premium atau beras organik. Selain itu, pemerintah memberikan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 1 persen untuk komoditas minyak goreng curah bermerek Minyakita, tepung terigu, dan gula industri. Dengan insentif ini, tarif efektif PPN untuk ketiga komoditas tersebut tetap bertahan sebesar 11 persen.

Bagaimana pemerintah meredam dampak kenaikan tarif pajak ini terhadap daya beli masyarakat?

Baca Juga

Penertiban Tambang Ilegal sebagai Katalis Peningkatan Produksi dan Kinerja TINS

Penertiban Tambang Ilegal sebagai Katalis Peningkatan Produksi dan Kinerja TINS

Untuk melindungi konsumen dari efek berantai kenaikan PPN, dijalankan program diskon tarif listrik sebesar 50 persen selama bulan Januari dan Februari 2025. Diskon ini ditargetkan bagi pelanggan PLN dengan daya listrik 2.200 VA ke bawah, yang mencakup sekitar 81,4 juta rumah tangga. Nilai total insentif PPN yang dialokasikan pemerintah untuk program diskon listrik ini mencapai Rp12,1 triliun.

Apa saja kebijakan sektor pangan dan pertanian yang diterapkan bersamaan pada awal tahun 2025?

Di sektor pangan, pemerintah memutuskan untuk tidak mengimpor beras, jagung, gula konsumsi, dan garam sepanjang tahun 2025. Sebagai gantinya, harga pembelian petani (HPP) untuk gabah dinaikkan menjadi Rp6.500 per kilogram, sementara HPP jagung naik menjadi Rp5.500 per kilogram. Untuk menyokong masa tanam, sebanyak 9,55 juta ton pupuk subsidi mulai didistribusikan kepada para petani sejak 1 Januari 2025. Pada saat yang sama, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diluncurkan mulai 6 Januari 2025 dengan target awal 3 juta penerima, yang diproyeksikan meningkat hingga lebih dari 15 juta penerima mulai Agustus 2025.

Apakah ada perubahan aturan terkait pajak kendaraan bermotor di tingkat daerah?

Ya, mulai 5 Januari 2025, ketentuan mengenai opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) resmi diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. Melalui aturan ini, tarif maksimal PKB diturunkan menjadi 1,2 persen untuk kepemilikan kendaraan pertama dan maksimal 6 persen untuk kepemilikan progresif. Sementara itu, tarif maksimal BBNKB dipangkas menjadi 12 persen dari yang sebelumnya mencapai 20 persen.

Baca Juga

Jelang HUT ke-42, PT KBI Raih Tiga Penghargaan di Dua Ajang Berbeda

Jelang HUT ke-42, PT KBI Raih Tiga Penghargaan di Dua Ajang Berbeda

Bagaimana dengan sektor transportasi udara, apakah ada insentif pajak yang diberikan?

Pemerintah telah menyiapkan insentif khusus untuk sektor penerbangan domestik, namun kebijakan ini baru akan diterapkan pada tahun anggaran 2026. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 24 Tahun 2026, pemerintah menanggung 100 persen PPN atas jasa angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi. Insentif ini berlaku terbatas untuk periode pembelian tiket dan penerbangan dari tanggal 25 April hingga 23 Juni 2026. PPN yang ditanggung mencakup tarif dasar tiket serta biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge). Layanan tambahan seperti bagasi ekstra, pemilihan kursi khusus, asuransi perjalanan, serta makanan dan minuman premium tetap dikenakan tarif pajak normal.

Adakah regulasi baru untuk sektor keuangan digital yang berlaku pada periode yang sama?

Bagi pelaku industri keuangan digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberlakukan Peraturan OJK (POJK) Nomor 27 Tahun 2024 mengenai perdagangan aset keuangan digital, termasuk aset kripto. Regulasi ini mulai berlaku efektif pada 10 Januari 2025 untuk mengatur tata kelola transaksi aset digital di Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Ekonomi Dunia Gonjang-ganjing, Bagaimana Strategi Kelas Menengah?Cara Kerja Biodigester Bank Jakarta di Rorotan dan Rawa Badak dalam Mengelola SampahLangkah Adaptasi Pemulung Menjadi Pekerja Pemilah SampahKorea Selatan dan AS Siapkan Latihan Militer Gabungan Ulchi Freedom Shield 2026 untuk Hadapi Ancaman Korea UtaraDisbudpar Jatim Proses Dugaan Kekerasan Seksual Finalis Raka Raki 2026Program Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Berjalan, Tampung Siswa Berprestasi dari 17 DaerahLangkah Persiapan Menyambut Rute Baru LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-ManggaraiMemahami Hak Penjaminan Polis Asuransi Non-BPJS Menyusul Hasil SNLIK 2026

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap