Investor asing kembali mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode perdagangan 24 hingga 28 Agustus 2026. Di tengah dinamika pergerakan indeks acuan yang fluktuatif, dana asing terkonsentrasi masuk ke sejumlah emiten berkapitalisasi besar dan konglomerasi.
Berdasarkan data perdagangan bursa, perputaran modal asing membukukan nilai beli sebesar Rp17,57 triliun berbanding nilai jual Rp17,29 triliun. Dari perimbangan tersebut, investor nonresiden mencetak total beli bersih senilai Rp279,2 miliar, dari keseluruhan perputaran transaksi pasar saham yang menembus Rp34,87 triliun dalam sepekan.
Deretan Saham Tujuan Arus Dana Asing
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin daftar saham dengan akumulasi dana asing terbesar. Nilai net buy asing pada emiten grup Sinar Mas ini mencapai Rp1,22 triliun. Aliran dana jumbo pada saham DSSA juga dipengaruhi oleh aktivitas transaksi di pasar negosiasi yang mencapai nilai Rp1,31 triliun, mencakup 1,23 miliar lembar saham melalui empat kali frekuensi transaksi.
IHSG Sesi 1 Nyaris Stagnan, Bertahan di Level 6.500-an

Selain DSSA, sektor perbankan pelat merah dan swasta turut menyerap likuiditas asing dalam jumlah signifikan:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net foreign buy senilai Rp582,1 miliar.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengantongi pembelian bersih asing sebesar Rp387 miliar.
- PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan net buy Rp238,9 miliar.
- PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menarik arus modal asing sebesar Rp178,6 miliar.
Pergerakan IHSG di Tengah Arus Modal Masuk
Masuknya dana asing tidak serta-merta membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju mulus. Sepanjang pekan perdagangan yang dipotong libur bursa pada hari Selasa, indeks mengalami volatilitas yang cukup tajam.
Malaysia Tambah Kuota BBM Subsidi demi Tekan Biaya Hidup Warga

Pada awal pekan, Senin (24/8/2026), IHSG mendarat di posisi 6.501,67. Tekanan jual mendalam sempat terjadi usai libur bursa, tepatnya pada Rabu (26/8), ketika IHSG merosot 1,48% ke level 6.405,69.
IHSG kemudian rebound signifikan pada Kamis (27/8) dengan lonjakan 1,81% menuju 6.521,75, sebelum akhirnya terkoreksi tipis 0,06% pada penutupan Jumat (28/8) di 6.518,12. Secara kumulatif sepekan, IHSG tercatat melemah tipis 0,12% dibandingkan level penutupan pekan sebelumnya di posisi 6.525,69.






