Langkah pengunduran diri secara massal yang diambil oleh seluruh jajaran manajemen PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) baru-baru ini telah menarik perhatian besar di pasar modal Indonesia. Pengumuman mengejutkan mengenai mundurnya seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris emiten pelayaran ini langsung memicu reaksi dari otoritas bursa. Bursa Efek Indonesia (BEI) segera bertindak dengan meminta penjelasan resmi kepada pihak perseroan. Langkah BEI ini dilakukan untuk memastikan keterbukaan informasi yang jelas bagi publik dan para pemegang saham mengenai situasi internal perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) mengonfirmasi telah menerima surat pengunduran diri resmi tertanggal 23 Juli 2026. Surat tersebut diajukan secara bersamaan oleh seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris perseroan yang saat ini menjabat. Adapun nama-nama pejabat yang menyatakan mundur dari posisinya meliputi Komisaris Utama Armand Setiawan Tanudjaja, Komisaris Wisma Bharuna, serta Komisaris Independen Kevin Evan Suandar. Di jajaran direksi, nama yang mengundurkan diri adalah Direktur Utama Zhang Hao serta Direktur Susan Faustine.
Pengunduran diri secara serempak ini ternyata erat kaitannya dengan perubahan kepemilikan saham pengendali di dalam tubuh perseroan. Langkah mundurnya seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris MBSS ini sengaja dilakukan sebagai bagian dari proses penyesuaian untuk mendukung masa transisi. Transisi kepemimpinan ini terjadi setelah adanya perubahan pengendali perseroan yang kini beralih kepada pihak Wibowo Group Capital (WGC). Dengan masuknya WGC sebagai pengendali baru, perubahan pada struktur manajemen puncak menjadi langkah yang tidak terhindarkan demi menyelaraskan arah bisnis masa depan.
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.394 di Tengah Fluktuasi Bursa Saham Global

Proses perubahan kendali atas PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk ini diawali dengan adanya kesepakatan divestasi saham oleh pemegang saham pengendali sebelumnya. PT Galley Adhika Arnawama dilaporkan telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan pihak Wibowo Group Capital (WGC). Dalam kesepakatan CSPA tersebut, PT Galley Adhika Arnawama setuju untuk mendivestasikan atau menjual kepemilikan sahamnya sebanyak 1,44 miliar lembar saham MBSS. Jumlah saham yang dialihkan ini setara dengan porsi kepemilikan sebesar 82,5 persen dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor dalam perseroan.
Kendati seluruh jajaran direksi dan komisaris telah melayangkan surat pengunduran diri, operasional harian perusahaan dipastikan tetap berjalan normal tanpa gangguan. Untuk menjamin kelangsungan bisnis dan tata kelola perusahaan selama masa transisi, seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang menjabat saat ini akan tetap menjalankan tugas, fungsi, kewenangan, serta tanggung jawab mereka seperti biasa. Tugas ini akan terus mereka laksanakan sampai dengan efektifnya pengunduran diri tersebut dan terbentuknya susunan kepengurusan yang baru secara resmi.
BSI Kenalkan Hasanah KKI Card, Kartu Pembiayaan Syariah Pertama Berjaringan GPN

Penetapan susunan pengurus baru yang terdiri dari Direktur dan Dewan Komisaris pengganti akan diputuskan secara resmi melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, pelaksanaan RUPS untuk menetapkan susunan kepengurusan baru di bawah kendali Wibowo Group Capital (WGC) tersebut direncanakan akan berlangsung pada tanggal 17 September 2026. Melalui forum RUPS ini, perseroan akan secara resmi memulai babak baru kepemimpinannya setelah proses akuisisi selesai sepenuhnya.






