Sebuah ledakan dahsyat menghantam markas resimen artileri militer di kota Viacha, Bolivia, pada Jumat sore waktu setempat. Insiden mematikan tersebut merusak fasilitas militer dan memicu kepanikan besar di wilayah yang berjarak sekitar 30 kilometer dari ibu kota La Paz.
Kawasan instalasi militer yang biasanya dijaga ketat seketika berubah menjadi puing-puing reruntuhan sekitar pukul 14.30 waktu setempat (18.30 GMT). Menteri Pertahanan Bolivia Ernesto Justiniano menjelaskan bahwa ledakan dipicu oleh kembang api atau materi piroteknik yang tersimpan di dalam markas resimen artileri tersebut.
Kebakaran Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei, Kemenperin Pastikan Evaluasi Menyeluruh

Data kepolisian setempat mengonfirmasi sedikitnya dua orang tewas, 59 orang mengalami luka-luka, dan tujuh orang lainnya masih dinyatakan hilang. Namun, potensi bertambahnya korban jiwa masih sangat terbuka. Pejabat kesehatan setempat, Rita Nebraska, memperkirakan jumlah korban tewas bisa mencapai antara 10 hingga 15 orang mengingat parahnya dampak kerusakan di lokasi kejadian.
Kekuatan ledakan turut menghancurkan puluhan rumah warga di sekitar pangkalan militer, dengan sebagian besar kerusakan berupa kaca jendela yang hancur berkeping-keping. Mengantisipasi bahaya lebih lanjut, Nebraska memperingatkan kemungkinan terjadinya ledakan susulan dan menginstruksikan masyarakat untuk tetap berada di luar radius aman minimal 150 meter dari pusat ledakan.
58 Orang Terluka Akibat Ledakan Dahsyat Guncang Markas Militer Bolivia di Viacha

Juru bicara kepolisian Roger Roca mengonfirmasi keberadaan materi kembang api di dalam fasilitas militer tersebut. Kendati demikian, tim penyidik masih meneliti pemicu utama yang menyebabkan material tersebut meledak secara serentak. Menyusul musibah ini, pemerintah daerah Viacha secara resmi memberlakukan masa berkabung selama tiga hari.






