Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan evaluasi menyeluruh dijalankan menyusul musibah kebakaran di area pabrik PT Evyap Sabun Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Insiden yang berlangsung pada Kamis (3/9) tersebut merenggut tiga korban jiwa dari kalangan pekerja.
Kemenperin terus menjalin koordinasi intensif bersama pengelola KEK Sei Mangkei, manajemen perusahaan, aparat kepolisian, dan instansi daerah setempat untuk mengawal penanganan pascakejadian. Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, menyampaikan rasa duka cita atas peristiwa ini sekaligus mengimbau pengelola kawasan industri serta pelaku manufaktur di seluruh Indonesia agar memperketat standar pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kemenperin juga menegaskan agar pihak manajemen dan mitra kerja segera menuntaskan seluruh hak ketenagakerjaan bagi keluarga korban sesuai peraturan perundang-undangan.
Kronologi dan Data Korban
Berdasarkan keterangan Leader PT Nirwana Mahanu Putra, Fauzi, ketiga korban meninggal berprofesi sebagai tenaga las dari perusahaan vendor konstruksi tersebut dan baru bertugas selama empat hari. Saat kejadian berlangsung, ketiganya sedang menyelesaikan pekerjaan pengelasan atau penyelesaian akhir di lantai 6 gedung pabrik.
2 Tewas, Puluhan Luka dan Hilang Akibat Ledakan Dahsyat di Markas Militer Bolivia

Identitas para korban yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Batu Bara meliputi: - Nasri Efendi (43) - M Rifaldi (26) - Sumadi (39)
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, keterangan saksi mengindikasikan ketiga pekerja melompat dari lantai 6 bangunan guna menyelamatkan diri dari kobaran api. Para korban sempat dilarikan menuju Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan sebelum dipastikan meninggal dunia dan dipindahkan ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Perdagangan.
Nasib Orang Utan di Tengah Kebakaran Hutan Kalimantan, Penyelamatan di Kalteng dan Kalbar

Kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti munculnya api. Namun, dugaan awal menunjukkan titik api pertama kali terlihat berasal dari lantai 3 atau lantai 4 gedung yang disertai suara dentuman.






