Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, belum berhasil dipadamkan hingga memasuki hari ketiga pada Sabtu (5/9). Kepulan asap yang terus menyelimuti kawasan sekitar memicu keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dari warga, mendorong Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung penanganan di lokasi.
Dalam kunjungannya, Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkot Surakarta menggelar koordinasi untuk mengevaluasi langkah pemadaman sekaligus mencegah insiden serupa terulang. Kementerian Lingkungan Hidup juga telah diterjunkan guna memeriksa kondisi dan kandungan udara di sekitar permukiman terdampak.
BMKG, Dentuman di Bandung Bukan karena Gempa atau Cuaca Ekstrem

Guna mengantisipasi dampak kesehatan, Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengerahkan tim dokter spesialis keliling yang terdiri dari spesialis paru, mata, dan THT ke permukiman sekitar TPA. Sekitar 30 warga telah menjalani pemeriksaan medis dengan keluhan utama gejala ISPA. Hingga saat ini, belum ada warga yang harus dirujuk ke rumah sakit. Dinkes Jateng juga berencana mendatangkan dokter spesialis kejiwaan untuk memantau kondisi psikologis warga.
Untuk operasi pemadaman dari udara, armada helikopter Polda yang beroperasi saat ini memiliki kapasitas angkut terbatas, yakni maksimal 300 liter air. Menanggapi kendala tersebut, Ahmad Luthfi telah menyurati Mabes TNI melalui Danlanud Adi Soemarmo guna meminta perbantuan helikopter pemadam dengan kapasitas 2.000 liter air.
Pulihkan Trauma, Prinka Haprani Hibur Anak-anak Korban Gempa NTT

Selain penguatan armada water bombing, Pemkot Surakarta atas rekomendasi BNPB telah mengajukan permohonan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca kepada BMKG untuk mempercepat penanganan kebakaran di area TPA Putri Cempo.






