Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat operasi penyelamatan satwa liar menyusul tercatatnya 21 orangutan yang terinfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Penanganan medis darurat disiapkan di seluruh fasilitas penampungan guna menekan risiko gangguan kesehatan primata tersebut.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan pemerintah memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penyelamatan Satwa Liar di Kalimantan Tengah melalui kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng serta tiga organisasi nonpemerintah, yaitu Orangutan Foundation International (OFI), Orangutan Foundation United Kingdom (OF-UK), dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
"Nah, satgas yang ada selama ini kita perkuat kembali. Jadi, satgas penyelamatan satwa liar, ya, di Kalimantan Tengah," ujar Raja Juli saat meninjau kawasan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Sabtu (5/9/2026).
BMKG, Dentuman di Bandung Bukan karena Gempa atau Cuaca Ekstrem

Penyiapan Alat Medis dan Penambahan Patroli Harian
Untuk mengantisipasi memburuknya kondisi kesehatan satwa, sarana medis seperti tabung oksigen dan nebulizer telah diperiksa kesiapannya di lapangan. Peralatan tersebut difungsikan untuk merawat serta mencegah komplikasi pernapasan pada orangutan yang terdampak asap pekat karhutla. Setiap lembaga konservasi saat ini telah didukung oleh dokter hewan, dengan opsi perbantuan tenaga medis tambahan dari Pulau Jawa jika sewaktu-waktu terjadi kekurangan personel.
Kemenhut juga menaikkan intensitas penyisiran lapangan dengan mendorong pelaksanaan patroli penyelamatan satwa liar menjadi agenda harian. Satwa yang berhasil dievakuasi nantinya akan dibawa terlebih dahulu ke pusat penyelamatan (rescue center) untuk menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan komprehensif.
Pulihkan Trauma, Prinka Haprani Hibur Anak-anak Korban Gempa NTT

Bagi masyarakat yang melihat atau menemukan orangutan maupun satwa liar lain yang keluar dari habitatnya menuju area permukiman, BKSDA Kalimantan Tengah menyediakan saluran siaga (call center) di nomor 081152185000. Tim penyelamat terdekat dari balai konservasi maupun mitra NGO akan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi darurat.






