berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Walhi Ungkap 70 Persen Titik Api Karhutla Berada di Kawasan Konsesi Perusahaan

Ance RundenganDiterbitkan 10 Agu 2026 - 01.16 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Walhi Ungkap 70 Persen Titik Api Karhutla Berada di Kawasan Konsesi Perusahaan
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Sebanyak 70 persen titik api atau hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Juli terpantau berada di dalam kawasan konsesi milik perusahaan. Data ini diungkapkan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) berdasarkan hasil analisis pemetaan sejak 1 Januari hingga 27 Juli 2026. Secara keseluruhan, pemetaan tersebut menunjukkan adanya 118.420 titik api yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan luas indikatif area yang terbakar mencapai 107.649 hektare. Tingginya konsentrasi titik api di area konsesi ini memicu desakan agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan industri.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Pulau Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh bencana kebakaran lahan ini. Secara akumulatif, pulau tersebut mencatat sebanyak 34.262 titik api dengan luas indikatif kebakaran mencapai 33.837 hektare. Dari total titik api yang terdeteksi di Pulau Kalimantan tersebut, sebanyak 25.524 titik api atau sekitar 74 persen di antaranya berada di dalam wilayah konsesi korporasi. Walhi merinci sebaran titik api di kawasan konsesi Kalimantan ini ke dalam beberapa sektor industri, yakni sebanyak 10.739 titik api berada di area Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit, 7.880 titik api di wilayah konsesi pertambangan, serta 6.905 titik api di area konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Jika melihat sebaran per provinsi, Kalimantan Barat menempati posisi teratas dengan tingkat kerawanan tertinggi. Provinsi ini mencatatkan 17.236 titik api dengan perkiraan luas indikatif kebakaran mencapai 28.680 hektare. Dampak langsung dari kebakaran yang meluas ini dirasakan oleh masyarakat melalui penurunan kualitas udara yang sangat tajam. Kualitas udara di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Barat tercatat masuk dalam kategori terburuk di seluruh Indonesia. Kondisi ini diperparah oleh kejadian kebakaran lokal yang terus meluas, seperti karhutla di Desa Sungai Tendang, Kotawaringin Barat, yang dilaporkan meluas hingga mencapai 10 hektare.

Baca Juga

Kelanjutan Kasus Perselisihan Dirreskrimum Polda Sumbar dengan Pengendara Mobil

Kelanjutan Kasus Perselisihan Dirreskrimum Polda Sumbar dengan Pengendara Mobil

Kerusakan lingkungan akibat aktivitas industri ini dinilai telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Perwakilan Walhi, Uli Arta Siagian, menyatakan bahwa sekitar 80 persen ekosistem gambut di Indonesia saat ini sudah mengalami kerusakan. Kerusakan pada lahan basah ini disebabkan oleh beban pemberian izin konsesi serta pembuatan kanal-kanal air (kanalisasi) yang mengeringkan lahan gambut alami. Di tengah situasi krisis lingkungan ini, kerentanan sosial juga membayangi masyarakat di mana pekerja sektor informal yang rentan masih mendominasi struktur angkatan kerja nasional dengan persentase mencapai 59,30 persen.

Merespons situasi darurat ini, langkah penegakan hukum dan penertiban izin mulai diambil oleh pemerintah. Presiden Prabowo Subianto telah mencabut izin operasional 28 perusahaan menyusul terjadinya bencana banjir di wilayah Sumatra. Langkah hukum ini sejalan dengan upaya Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus kebakaran di areal konsesi milik delapan perusahaan di Provinsi Kalimantan Selatan. Penyelidikan ini diharapkan dapat memperjelas tanggung jawab hukum korporasi atas kebakaran yang terjadi di dalam konsesi mereka.

Baca Juga

Perjalanan Pertamina Pride dan Gamsunoro Melewati Selat Hormuz

Perjalanan Pertamina Pride dan Gamsunoro Melewati Selat Hormuz

Di sisi lain, upaya pemadaman dan mitigasi di lapangan terus dioptimalkan oleh berbagai lembaga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiagakan total 28 unit helikopter untuk mendukung operasi penanganan karhutla. Armada udara ini terdiri atas 12 helikopter patroli untuk pemantauan serta 16 helikopter water bombing yang difungsikan untuk melakukan pemadaman dari udara. Kerja keras tim gabungan pencegahan karhutla di daerah juga membuahkan hasil, seperti yang ditunjukkan oleh tim gabungan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang berhasil memadamkan kebakaran lahan pada Minggu, 26 April.

Tantangan cuaca ke depan diperkirakan akan semakin berat mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa puncak musim kemarau di wilayah DI Yogyakarta baru akan terjadi pada Agustus 2026. Guna memperkuat koordinasi penanganan dampak lingkungan di tingkat regional, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq telah meresmikan Sekretariat ACC THPC di Jakarta. Sekretariat ini berfungsi sebagai pusat komando regional ASEAN yang didedikasikan khusus untuk mengatasi polusi asap lintas batas yang kerap timbul akibat kebakaran hutan di kawasan Asia Tenggara.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KarhutlaLingkungan Hidup

Berita Terbaru Lainnya

Kelanjutan Kasus Perselisihan Dirreskrimum Polda Sumbar dengan Pengendara MobilPerjalanan Pertamina Pride dan Gamsunoro Melewati Selat HormuzPertamina Resmikan Integrasi Layanan Informasi Publik, Satukan Berbagai Kanal ResmiDukungan Menteri Ekonomi Kreatif untuk Padang Menuju City of Gastronomy UNESCOMembaca Arah Alokasi Kas Jumbo Berkshire Hathaway di Bawah Kendali Greg AbelPemasangan Sensor pada Hiu untuk Memperkirakan Intensitas Badai LautPeran Armada Bus AKAP dalam Operasional Pengemudi dan Perjalanan PenumpangCara Mengoptimalkan Teknologi i-DM pada Jetour T1 dan T2

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026