Langkah Kota Padang untuk menyejajarkan diri dalam peta kuliner dunia kini mendapatkan momentum baru. Pemerintah Kota Padang secara resmi mengusulkan diri untuk masuk ke dalam jejaring kota kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sebagai City of Gastronomy. Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, yang hadir langsung untuk membuka acara diskusi kuliner bertajuk Talk on Taste di Kawasan Kota Tua, Padang. Jika usulan ini berhasil disetujui oleh UNESCO, Padang akan mencatatkan sejarah baru sebagai kota pertama dari Indonesia yang menyandang predikat City of Gastronomy di dalam jejaring global tersebut.
Dukungan dari tingkat kementerian ini menjadi angin segar bagi pemerintah daerah yang dipimpin oleh Wali Kota Padang Fadly Amran. Upaya mengejar pengakuan internasional ini sejalan dengan tren positif sektor pariwisata daerah yang terus menunjukkan grafik peningkatan. Berdasarkan data kunjungan, jumlah wisatawan yang mendatangi Kota Padang tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu dari sekitar 4,3 juta kunjungan pada tahun 2024 menjadi 5,5 juta kunjungan pada tahun 2025. Peningkatan arus wisatawan ini menjadi modal sosial dan ekonomi yang kuat untuk membuktikan bahwa ekosistem kuliner di Padang tidak hanya hidup secara lokal, tetapi juga memiliki daya tarik regional yang tinggi.








