berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Perjalanan Pertamina Pride dan Gamsunoro Melewati Selat Hormuz

Bambang SetiawanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 02.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perjalanan Pertamina Pride dan Gamsunoro Melewati Selat Hormuz
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Keberhasilan kapal tanker raksasa Pertamina Pride dan MT Gamsunoro dalam melintasi Selat Hormuz menandai pencapaian penting bagi keselamatan operasional pelayaran internasional Indonesia. Selat Hormuz dikenal secara global sebagai salah satu jalur laut paling rawan dan menantang akibat ketegangan geopolitik yang kerap terjadi di kawasan Teluk. Keberhasilan navigasi kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) ini menunjukkan kesiapan kru dalam menghadapi situasi darurat di perairan internasional.

Pelayaran di wilayah ini melibatkan risiko tinggi yang disebabkan oleh berbagai faktor eksternal di lapangan. Berikut adalah beberapa penyebab utama dari tingginya tingkat kerawanan yang harus dihadapi oleh armada kapal selama melintasi Selat Hormuz:

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Pertama, gangguan pada alat navigasi menjadi tantangan utama yang dirasakan langsung oleh kru kapal di ruang kemudi. Selama pelayaran berlangsung, sistem Global Positioning System (GPS) pada kapal mengalami jamming atau gangguan sinyal yang cukup parah. Kondisi ini menuntut keahlian manual dan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi dari para perwira navigasi untuk memastikan kapal tetap berada di jalur aman.

Kedua, durasi transit di zona bahaya terbilang cukup lama dan melelahkan. Kapal membutuhkan waktu sekitar delapan jam untuk menyelesaikan seluruh lintasan di Selat Hormuz. Dari total waktu tersebut, sekitar empat jam di antaranya dihabiskan untuk melewati titik yang paling kritis, di mana risiko keamanan berada pada tingkat tertinggi bagi kapal tanker ukuran besar.

Ketiga, ketegangan di wilayah tersebut terbukti sangat nyata dan dinamis dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, hanya berselang satu hari setelah kapal Gamsunoro berhasil melintas, terjadi insiden serangan terhadap kapal lain di kawasan Teluk tersebut. Hal ini membuat rute tersebut memerlukan pengamanan ekstra, seperti yang dialami oleh MT Gamsunoro yang harus melintasi jalur selatan Selat Hormuz dengan mendapatkan pengawalan dari US Navy (Angkatan Laut Amerika Serikat).

Baca Juga

Kronologi Penindakan GW, DPO Kasus Penembakan Kuala Kencana hingga Mile 69 di Mimika

Kronologi Penindakan GW, DPO Kasus Penembakan Kuala Kencana hingga Mile 69 di Mimika

Keberhasilan melewati jalur laut yang rawan ini memberikan dampak yang sangat besar, baik bagi keselamatan para kru maupun kelangsungan operasional bisnis perusahaan. Dampak-dampak tersebut meliputi beberapa poin penting berikut:

Pertama, kembalinya kru dengan selamat ke Tanah Air menjadi kabar baik bagi keluarga dan manajemen. Rizqi Rafif, yang bertugas sebagai second officer di kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride, bersama 22 rekan kru lainnya akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026. Keberhasilan ini mengakhiri masa tugas mereka setelah selama berbulan-bulan berada di kawasan Teluk Arab. Rombongan kru Pertamina Pride ini akhirnya tiba dengan selamat di perairan Cilacap pada Jumat, 24 Juli 2026.

Kedua, pemulihan jalur bisnis internasional berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti pasca-transit. Kru kapal Gamsunoro, termasuk Third Officer Daryl Josua Makaminang, telah lebih dahulu sukses melintasi Selat Hormuz pada 25 Juni 2026. Setelah melewati rute kritis tersebut, kapal Gamsunoro kini sudah kembali beroperasi secara normal untuk melayani pelanggan pihak ketiga di wilayah perairan Singapura.

Ketiga, pengawasan ketat dari manajemen puncak memastikan seluruh proses mitigasi berjalan sesuai rencana. Keberhasilan operasi ini tidak terlepas dari koordinasi di bawah kepemimpinan Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Surya Tri Harto serta Komisaris Utama Anwar Saadi yang terus memantau keselamatan armada dan kru.

Baca Juga

Penemuan Kuburan Bayi Laki-Laki di Pekarangan Rumah Warga Mojokerto

Penemuan Kuburan Bayi Laki-Laki di Pekarangan Rumah Warga Mojokerto

Setelah berhasil melewati fase kritis di Selat Hormuz, manajemen PT Pertamina International Shipping segera mengambil langkah-langkah teknis berikutnya untuk menjaga performa optimal armada kapal:

Langkah pertama adalah pelaksanaan hull cleaning pada armada MT Gamsunoro. Pembersihan lambung kapal ini dilakukan untuk mendorong peningkatan kecepatan kapal. Dengan lambung yang bersih dari biota laut yang menempel, kapal dapat melaju lebih efisien dalam melayani kebutuhan pelanggan pihak ketiga di perairan Singapura.

Langkah kedua adalah pelaksanaan underwater hull cleaning pada kapal Pertamina Pride. Proses pembersihan bawah air ini dilakukan di perairan Cilacap sebagai bagian dari persiapan teknis yang matang sebelum kapal menghadapi pelayaran internasional berikutnya. Pemeliharaan rutin ini penting untuk memastikan kapal siap berlayar kembali dalam kondisi prima.

Langkah ketiga adalah evaluasi berkelanjutan terhadap prosedur keselamatan pelayaran di zona merah. Manajemen terus memastikan bahwa seluruh kapal yang beroperasi di wilayah rawan memiliki protokol keselamatan yang memadai serta koordinasi yang kuat dengan otoritas keamanan internasional demi melindungi keselamatan kru dan muatan berharga yang dibawa.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Selat HormuzPertamina International Shipping

Berita Terbaru Lainnya

Kronologi Penindakan GW, DPO Kasus Penembakan Kuala Kencana hingga Mile 69 di MimikaKapolri Dorong Jajaran Rutin Gelar Kompetisi E-Sports di DaerahPenemuan Kuburan Bayi Laki-Laki di Pekarangan Rumah Warga MojokertoLangkah Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan Merespons Temuan Senjata dan Sengketa AsetBasarnas Akhiri Pemantauan Aktif Kebakaran KMP Mutiara Sentosa IICara Mendaftar Lowongan Kerja PCPM Bank Indonesia Angkatan 41 Tahun 2026Kelanjutan Kasus Perselisihan Dirreskrimum Polda Sumbar dengan Pengendara MobilPertamina Resmikan Integrasi Layanan Informasi Publik, Satukan Berbagai Kanal Resmi

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026