berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalKeuanganBerita LokalBisnisOlahragaTeknologiPolitikPopuler
Beranda/Internasional

Wabah Ebola di Kongo Tembus 5.000 Kasus, Tak Terkendali dan Belum Ada Obatnya

Usat BalangDiterbitkan 20 Agu 2026 - 11.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Wabah Ebola di Kongo Tembus 5.000 Kasus, Tak Terkendali dan Belum Ada Obatnya
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Republik Demokratik Kongo saat ini tengah menghadapi situasi darurat kesehatan yang sangat serius akibat lonjakan kasus Ebola yang terus meningkat. Berdasarkan data terbaru dari pemerintah setempat yang dirilis pada Selasa malam secara gamblang membeberkan kengerian wabah ini. Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di negara tersebut kini telah resmi melampaui batas psikologis 5.000 kasus. Institut kesehatan masyarakat Kongo mencatat total 5.021 kasus infeksi dalam laporan situasi terbarunya. Epidemi yang sedang berlangsung ini merupakan epidemi Ebola ke-17 yang melanda negara tersebut. Sejak akhir Juli lalu, epidemi ini secara resmi telah berubah menjadi wabah terbesar dalam sejarah Republik Demokratik Kongo jika dilihat dari segi jumlah kasusnya.

Kehancuran akibat epidemi ini kian diperparah dengan melonjaknya jumlah korban jiwa yang sangat memprihatinkan. Hingga akhir pekan lalu, angka kematian akibat wabah mematikan ini telah menyentuh angka 2.378 jiwa. Jumlah korban tewas tersebut secara langsung melampaui rekor wabah terburuk sebelumnya yang pernah tercatat di negara tersebut pada periode tahun 2018-2020 silam. Dengan perkembangan terbaru ini, lonjakan drastis kasus kematian mengukuhkan wabah kali ini sebagai wabah Ebola terburuk kedua di tingkat global sepanjang sejarah. Rekor kelam ini hanya berada di belakang epidemi Afrika Barat yang terjadi pada tahun 2014-2016 silam, baik dari segi jumlah penyebaran infeksi maupun angka total kematian yang tercatat.

Baca Juga

Rencana Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un pada Akhir 2026

Rencana Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un pada Akhir 2026

Wabah mematikan yang sedang berlangsung dan menyebar luas saat ini diketahui disebabkan oleh spesies Ebola Bundibugyo. Keadaan ini menjadi ancaman yang sangat serius bagi keselamatan warga karena hingga detik ini sama sekali belum ada vaksin maupun pengobatan medis yang disetujui untuk menangkal wabah tersebut. Tanpa adanya penawar atau pengobatan yang sah, penularan penyakit ini tercatat terus mendapatkan momentum secara masif sejak pertama kali dideklarasikan pada tanggal 15 Mei lalu. Hal ini membuat penyebaran virus menjadi semakin sulit dikendalikan oleh otoritas kesehatan di lapangan dari hari ke hari.

Merespons krisis kesehatan yang terus meluas dan tidak terkendali ini, pihak berwenang setempat mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam. Seorang pejabat kesehatan setempat secara terbuka menyatakan bahwa berbagai upaya penanganan yang telah dilakukan sejauh ini masih jauh dari kata berhasil. "Upaya respons terbukti gagal membendung penyakit mematikan ini," papar pejabat kesehatan tersebut dalam pernyataannya. Pernyataan dari pejabat kesehatan ini secara jelas menggambarkan situasi darurat yang sedang dihadapi dan betapa sulitnya meredam penyebaran virus di tengah-tengah masyarakat yang terdampak.

Baca Juga

Lima Tahun yang Dunia Pilih Bungkam

Lima Tahun yang Dunia Pilih Bungkam

Kegagalan dalam menekan laju penyebaran virus Ebola Bundibugyo ini disebabkan oleh berbagai hambatan kompleks yang dihadapi oleh pemerintah di lapangan. Upaya mati-matian dari pemerintah untuk mengidentifikasi dan merespons setiap temuan kasus baru harus terus terbentur oleh rentetan kendala kritis. Faktor-faktor penghambat tersebut meliputi lemahnya infrastruktur kesehatan yang dimiliki negara, adanya penolakan keras dari komunitas masyarakat setempat, ketidakstabilan wilayah yang memicu konflik, hingga aksi protes yang dilakukan oleh para pekerja medis itu sendiri. Semua hambatan ini saling berkelindan, membuat penanganan wabah ke-17 di Republik Demokratik Kongo ini menjadi sangat rumit dan belum menemui titik terang.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Proses Transisi Pelatih Timnas Indonesia dan Langkah Baru Shin Tae-yongPemerintah Kucurkan Rp44 Miliar untuk Penanganan Awal Pascagempa NTTKementerian PU Kebut Perbaikan Jalan Nasional Imbas Gempa FloresKondisi Impor Minyak Mentah Indonesia dan Implementasi Kebijakan Biodiesel B50Kapal Rumah Sakit TNI AD Berlayar ke NTT Bantu Korban GempaRincian Usulan Kenaikan Biaya Haji 2027 dan Faktor PenyebabnyaLangkah Aman Menghadapi Dampak Masjid Roboh Pascagempa Magnitudo 7,7 di NTTRespons Menhub Terkait Desakan Mundur Dirjen Perhubungan Laut Imbas Kecelakaan Kapal

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026
  5. 5Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalKeuanganBerita LokalBisnisOlahragaTeknologiPolitik

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap