Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tengah menyiapkan skema bantuan bagi para pelaku usaha yang terdampak insiden kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan bahwa kementeriannya berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pariwisata untuk memetakan serta mendata seluruh pelaku usaha yang menjadi korban. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 80 kepala keluarga (KK) pelaku usaha yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Langkah pemulihan disiapkan guna memastikan keberlanjutan usaha masyarakat setempat melalui skema yang fleksibel. Pemerintah merancang opsi bantuan yang disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing pelaku usaha di lapangan.
IHSG Sesi 1 Nyaris Stagnan, Bertahan di Level 6.500-an

Bagi korban yang tercatat masih memiliki pinjaman aktif di perbankan, pemerintah mengkaji opsi relaksasi berupa restrukturisasi kredit serta pemberian masa tenggang (grace period). Sementara bagi pelaku usaha yang tidak memiliki tanggungan kredit perbankan, pemerintah berencana menyalurkan bantuan permodalan.
Pelaksanaan program pemulihan ekonomi ini nantinya akan dikoordinasikan secara matang bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten setempat demi kejelasan pembagian kewenangan.
Malaysia Tambah Kuota BBM Subsidi demi Tekan Biaya Hidup Warga

Selain penanganan dampak kebakaran di Desa Sade, proses pendataan pelaku UMKM juga terus berjalan untuk bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Maman menegaskan bentuk intervensi pemerintah selalu diselaraskan dengan skala dampak bencana serta kewenangan di masing-masing wilayah.






