Kementerian Pariwisata mencatat total perkiraan kerugian akibat musibah kebakaran yang melanda kawasan Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) diprediksi menembus angka Rp33,84 miliar. Taksiran nilai dampak bencana tersebut dilaporkan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Widiyanti menjelaskan, koordinasi dengan pemerintah daerah setempat terus berjalan menyusul besarnya kerusakan fisik di destinasi wisata budaya Suku Sasak tersebut. Kebakaran menghanguskan 75 unit hunian di dalam kawasan desa dan 20 unit hunian di luar area desa.
Sejumlah fasilitas adat dan sarana penunjang pariwisata turut terdampak. Kerusakan mencakup bangunan pertemuan adat berupa 4 unit Berugak Sekenam, 6 unit Berugak Sakepat, dan 1 unit Bale Beleq. Selain itu, api melahap 8 lumbung padi, 1 masjid adat, 1 pelonggu, 1 gerbang, 1 toilet umum, serta 69 gerai art shop milik pelaku UMKM lokal.
8 Diduga Pedofil Ditangkap di Bandung, Bikin Foto dan Film Porno Anak

Bencana ini berdampak langsung pada 320 pelaku pariwisata yang mencakup 189 kepala keluarga. Rincian pekerja wisata yang terdampak terdiri dari 120 perajin tenun, 75 pemandu wisata lokal, 60 penjual suvenir dan pelaku UMKM, 30 penari dan pemain kesenian gendang belek, 20 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta 15 pengelola parkir dan keamanan.
Untuk penanganan darurat jangka pendek, Kementerian Pariwisata menyalurkan pasokan makanan, pendampingan trauma healing, serta penguatan kapasitas masyarakat dan Pokdarwis. Dapur umum dan bantuan logistik didirikan melalui Politeknik Pariwisata Lombok yang berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Polisi, Kebakaran Posko Ormas di Jakbar karena Korsleting Listrik

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan museum sementara dan masjid agar kunjungan wisatawan tetap dapat terlayani menjelang agenda balap internasional MotoGP. Pada skema jangka panjang, pemerintah merencanakan pembentukan tim kerja lintas kementerian/lembaga, pembukaan satu rekening donasi terpusat, perumusan master plan rekonstruksi, hingga penyediaan hunian layak.
Desa Adat Sade merupakan salah satu dusun di Desa Wisata Rembitan dengan status desa wisata berkembang di Jejaring Desa Wisata (Jadesta). Kawasan ini mencatat perputaran ekonomi harian sekitar Rp22,5 juta hingga Rp35 juta pada periode reguler dengan rata-rata 200 kunjungan per hari, dan dapat melonjak hingga Rp50 juta per hari dengan 500 hingga 1.000 wisatawan pada masa liburan padat.






