Pengemudi yang mengalami kendala teknis di jalan raya diimbau untuk segera mengarahkan kendaraan ke area aman serta menghindari tindakan berisiko seperti memaksakan starter mesin atau membuka tutup radiator yang masih panas. Panduan penanganan gangguan teknis tersebut dirilis oleh Mitsubishi Motors Indonesia melalui laman resminya guna meminimalkan risiko kecelakaan dan kerusakan armada yang lebih parah.
Saat kendaraan mengalami kegagalan fungsi atau mendadak mati ketika melaju, tindakan pertama yang wajib diambil adalah mengarahkan mobil ke bahu jalan atau area terbuka yang tidak mengganggu arus lalu lintas. Mitsubishi mengingatkan bahwa jika akar masalah mogok belum teridentifikasi jelas, pengemudi tidak boleh berulang kali memaksa menyalakan mesin karena hal tersebut dapat memperluas kerusakan komponen internal.
Penampakan Kebakaran Hutan Merambat ke Kota, Dekati Pemukiman Warga di Quito

Potensi bahaya lain yang membutuhkan respons cepat adalah mesin yang mengalami overheat. Gejala ini umumnya ditandai oleh jarum temperatur yang melonjak ke zona merah atau lampu indikator suhu dasbor yang berkedip. Dalam kondisi ini, pengemudi dilarang keras membuka tutup radiator selagi mesin belum dingin; tekanan tinggi dari cairan pendingin panas berisiko menyembur dan menimbulkan luka bakar serius. Jika tampak kebocoran atau kerusakan fisik pada sistem pendingin, kendaraan tidak boleh dijalankan kembali dan harus diangkut menggunakan truk derek menuju bengkel resmi.
Kewaspadaan berkendara juga mencakup deteksi dini kerusakan roda. Ban yang bocor atau kehilangan tekanan udara secara tiba-tiba dapat dikenali dari sensasi laju mobil yang terasa oleng serta setir yang mendadak menarik kuat ke satu arah.
Cekcok di Hotel Tanah Abang, Pelaku Pembunuhan Wanita Ditangkap

Di luar masalah mekanis konvensional, pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mencatat potensi risiko mati mendadak pada mobil listrik, seperti saat melintasi perlintasan rel kereta api, yang dapat dipicu oleh kendala baterai 12V maupun aktifnya sistem proteksi otomatis. Selain itu, pengendara yang melintasi kawasan tertentu juga perlu mewaspadai paparan abu vulkanik karena kandungan silika tajam di dalamnya mampu menimbulkan kerusakan permanen pada mesin kendaraan.






