Aktivitas belajar mengajar para siswa MTsN 2 Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa dialihkan ke tenda darurat menyusul kerusakan pada sejumlah ruang kelas akibat gempa Flores. Kondisi ruang kelas yang belum dapat digunakan tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mendatangi lokasi madrasah terdampak.
Dalam kunjungannya, Nasaruddin mengapresiasi kegigihan para siswa dan guru yang tetap melanjutkan proses pembelajaran di tengah keterbatasan sarana pascabencana. Untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar sementara, Kementerian Agama telah mendistribusikan 1.000 paket perlengkapan sekolah (school kit) serta menyiapkan 16 unit ruang belajar darurat.
Gempa NTT Tewaskan 129 Orang, Pemulihan Diperkirakan Rp2,59 Triliun

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, gempa Flores mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 72 madrasah di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan darurat pada tahap awal ini diprioritaskan bagi 15 madrasah yang mencatatkan tingkat kerusakan paling parah.
Nasaruddin menegaskan bahwa penanganan infrastruktur pendidikan dan keagamaan dilakukan secara lintas sektoral sesuai arahan Presiden Prabowo. Kementerian Agama telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat guna mempercepat perbaikan fasilitas yang rusak agar aktivitas belajar dapat segera kembali normal.
Kebakaran Landa Kawasan Merapi Ungup-Ungup Gunung Ijen, Banyuwangi

Selain memantau kondisi siswa, Menag turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT atas kinerjanya dalam menyajikan dan memvalidasi data kerusakan fasilitas pascagempa di lapangan.






