Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan bantuan tanggap darurat senilai Rp 3 miliar untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak gempa di kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Nasaruddin di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis (3/9). Alokasi anggaran tersebut disiapkan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat selama menjalani masa tanggap darurat, sekaligus mempercepat pemulihan berbagai sarana pendidikan dan keagamaan yang rusak akibat guncangan gempa.
Gempa NTT Tewaskan 129 Orang, Pemulihan Diperkirakan Rp2,59 Triliun

Percepatan Pemulihan Fasilitas dan Pendidikan
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, menyatakan bahwa jajaran Kemenag telah melakukan pendataan tingkat kerusakan sejak awal bencana terjadi. Koordinasi terus dijalankan untuk memetakan kebutuhan mendesak para korban, mulai dari penyediaan tenda penampungan hingga pemenuhan bahan kebutuhan pokok.
Distribusi bantuan tanggap darurat Kemenag telah menjangkau sejumlah wilayah terdampak di daratan Flores, antara lain Kabupaten Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, serta Manggarai Barat.
Kebakaran Landa Kawasan Merapi Ungup-Ungup Gunung Ijen, Banyuwangi

Guna menjamin proses belajar mengajar tetap berlangsung, Kementerian Agama sebelumnya juga telah mendistribusikan 16 unit tenda belajar darurat beserta 1.000 paket perlengkapan sekolah (school kit) untuk para siswa di zona bencana. Selain logistik pendidikan, Kemenag menyalurkan santunan duka kepada keluarga siswa madrasah yang meninggal dunia akibat bencana ini, sembari memastikan seluruh layanan keagamaan dan pendidikan di wilayah terdampak tetap beroperasi.






