berputar.id
BerandaHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman OnlinePopuler
Beranda/Ekonomi

Ternyata Ini Sosok Pencipta Pajak yang Kini Bikin Rakyat Menjerit

Fitri KaraengDiterbitkan 29 Agu 2026 - 20.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ternyata Ini Sosok Pencipta Pajak yang Kini Bikin Rakyat Menjerit
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pajak hari ini menjadi instrumen utama penerimaan kas negara untuk membiayai pembangunan fasilitas umum hingga menjamin roda pemerintahan. Namun, sistem pungutan wajib ini bukan lahir dari era birokrasi modern, melainkan memiliki akar sejarah yang membentang ribuan tahun ke belakang.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa sistem pemungutan upeti dan pajak pertama kali diterapkan secara terstruktur oleh penguasa Mesir Kuno, Firaun, sekitar tahun 3.000 Sebelum Masehi (SM). Pada masa peradaban awal tersebut, Firaun merancang pungutan kepada rakyatnya untuk mengumpulkan modal pembangunan kekaisaran sekaligus menjaga ketertiban tatanan sosial.

Kala itu, objek pajak yang ditarik meliputi berbagai hasil bumi dan komoditas penting, mulai dari gandum, tekstil, tenaga kerja, hingga barang niaga lainnya. Mekanisme pemungutan tidak dipukul rata, melainkan disesuaikan dengan kapasitas finansial atau tingkat produktivitas masing-masing pembayar pajak.

Baca Juga

CASA Makin Gemuk, Biaya Dana BRI Turun Signifikan

CASA Makin Gemuk, Biaya Dana BRI Turun Signifikan

Perhitungan Berbasis Nilometer dan Kesuburan Tanah

Sejarawan Moreno Garcia menjelaskan kepada Smithsonian Magazine bahwa ladang-ladang di Mesir Kuno dikenai tarif pajak berbeda-beda tergantung pada tingkat kesuburan, kualitas tanah, serta produktivitas panen setiap lahan.

Penetapan beban pajak juga sangat mengandalkan kondisi alam, khususnya siklus aliran Sungai Nil. Temuan arkeologis mengungkap penggunaan alat pengukur yang disebut nilometer. Apabila permukaan air Sungai Nil naik melampaui garis batas tertentu yang mengindikasikan banjir dan potensi gagal panen, otoritas kerajaan akan menetapkan pajak yang jauh lebih rendah guna menyesuaikan kerugian petani.

Kendati sistem penyesuaian diberlakukan, beban masyarakat di era Firaun tetap tergolong berat. Selain kewajiban menyerahkan sebagian hasil panen, seluruh warga diwajibkan mengikuti sistem kerja rodi untuk proyek-proyek publik kerajaan, seperti pembukaan lahan, penambangan, serta pembangunan infrastruktur monumental.

Baca Juga

Pertumbuhan Kredit BRI Ngebut! Naik 16% di Semester 1 2026

Pertumbuhan Kredit BRI Ngebut! Naik 16% di Semester 1 2026

Praktik Pengemplangan Pajak di Era Kuno

Tekanan pungutan tersebut memicu berbagai upaya penghindaran pajak sejak zaman purba. Samuel Blankson dalam bukunya yang berjudul A Brief History Of Taxation (2007) mencatat bahwa keengganan pendapatan dipotong memicu subjek pajak mencari celah perlawanan.

Praktik pengemplangan pajak pada era Mesir Kuno kerap dilakukan dengan cara menyembunyikan besaran panen sesungguhnya dari petugas pencatat. Sebagian warga juga sengaja memanipulasi timbangan dan alat ukur komoditas agar nominal pemotongan pajak yang diserahkan ke kas kerajaan menjadi jauh lebih sedikit.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pajak

Berita Terbaru Lainnya

Posko Ormas GRIB di Kedoya Jakbar Terbakar Dini HariCASA Makin Gemuk, Biaya Dana BRI Turun SignifikanPertumbuhan Kredit BRI Ngebut! Naik 16% di Semester 1 2026Bank Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa di NTTPosko GRIB Jaya di Jakbar Kebakaran, 8 Mobil Pemadam DikerahkanKemlu Jelaskan Proses Hukum WNI yang Ditangkap Gegara Bawa Pisau di ChangiIHSG Koreksi Tipis Pekan Lalu, Asing Banyak Keluar dari Saham IniLaba Alamtri Resources (ADRO) Naik 76,8% di Semester 1 2026

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

HukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman Online

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap