berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Internasional

Syarat Penarikan Pasukan di Gaza dan Posisi Israel serta Hamas

Bambang SetiawanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 09.54 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Syarat Penarikan Pasukan di Gaza dan Posisi Israel serta Hamas
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Konflik di Jalur Gaza terus membentur jalan buntu akibat perbedaan syarat utama yang diajukan oleh pihak-pihak yang bertikai. Pejabat senior Israel menegaskan bahwa pasukan mereka tidak akan bergeser dari posisi saat ini sebelum kelompok Hamas melucuti senjatanya secara menyeluruh. Di sisi lain, Hamas menuntut penghentian agresi secara total dan penarikan pasukan Israel sepenuhnya dari wilayah Gaza sebelum proses penyerahan senjata berat dilakukan. Berikut adalah rangkuman informasi mengenai perkembangan situasi terkini di Gaza.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
Apa posisi terbaru Israel terkait penarikan pasukan dari Jalur Gaza?

Militer Israel atau IDF menyatakan sikap tegas bahwa mereka menolak untuk mundur dari posisi pertahanan saat ini jika Hamas belum sepenuhnya melucuti senjata. Secara khusus, Israel enggan untuk menarik pasukannya dari batas Yellow Line. Batas wilayah ini sangat strategis karena memberikan kendali bagi militer Israel atas lebih dari 60 persen wilayah Gaza. Selama prasyarat penyerahan senjata belum dipenuhi oleh Hamas, Israel menyatakan akan tetap mempertahankan kendali di area tersebut.

Bagaimana sikap Hamas terhadap tuntutan pelucutan senjata tersebut?

Hamas beserta faksi-faksi Palestina lainnya sebenarnya telah menyepakati tahap kedua dari gencatan senjata, yang mencakup dimulainya inventarisasi dan penyerahan senjata berat sebagai bagian dari kesepakatan pelucutan senjata penuh. Namun, Pejabat senior Hamas, Ghazi Hamad, menekankan bahwa langkah tersebut sangat bergantung pada penarikan mundur pasukan Israel serta dimulainya rekonstruksi Gaza sesuai kesepakatan. Selain itu, kelompok tersebut juga menuntut adanya jaminan kemerdekaan bagi Palestina dan penghentian serangan sebagai syarat mutlak sebelum mereka bersedia melangkah lebih jauh dalam proses perdamaian.

Baca Juga

Krisis Perbatasan Ceuta, Mengapa Puluhan Ribu Migran Menerobos Masuk ke Spanyol?

Krisis Perbatasan Ceuta, Mengapa Puluhan Ribu Migran Menerobos Masuk ke Spanyol?

Apa saja poin penting dalam rencana perdamaian yang diajukan Donald Trump?

Donald Trump telah mengumumkan peta jalan perdamaian yang terdiri dari 20 poin utama untuk mengakhiri penderitaan warga Gaza. Rencana ini mencakup pelucutan senjata Hamas yang nantinya diserahkan kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace, penarikan pasukan Israel secara bertahap, dimulainya rekonstruksi wilayah, serta pembentukan pasukan internasional ISF. Trump mengklaim bahwa Dewan Perdamaian telah mengantongi kesepakatan terkait draf tersebut. Ia bahkan menyebut pihak Israel sangat senang dengan rencana ini dan menganggapnya sebagai langkah raksasa bagi kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat turut memperingatkan Israel agar mematuhi rencana rekonstruksi tersebut, seraya menambahkan bahwa Trump akan sangat kecewa jika Tel Aviv menghambat implementasinya.

Bagaimana respons internal Israel terhadap draf perdamaian tersebut?

Meskipun terdapat klaim bahwa draf kesepakatan damai itu disambut baik, penolakan keras justru muncul dari dalam pemerintahan Israel. Menteri Keamanan Nasional Israel yang dikenal beraliran sayap kanan ekstrem, Itamar Ben Gvir, secara terbuka menolak draf rencana perdamaian tersebut. Ia dengan tegas menyatakan bahwa kesepakatan yang diajukan sama sekali tidak dapat diterima oleh pihaknya.

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Bagaimana kondisi keamanan dan kemanusiaan di lapangan saat ini?

Situasi di lapangan masih diwarnai oleh insiden kekerasan meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berstatus berlaku. Pada hari Kamis (30/7), sebuah serangan militer Israel di Gaza menewaskan empat warga Palestina, termasuk dua anak-anak, serta melukai 35 orang lainnya. Insiden ini terjadi di tengah masa implementasi rencana perdamaian yang digagas Trump. Ketegangan serupa juga terjadi di Tepi Barat, di mana seorang pemukim Israel ditangkap setelah terekam kamera sedang menyerang warga Palestina. Pemukim tersebut melancarkan aksinya dengan mengenakan seragam militer dan membawa senjata jenis M16. Di sektor kemanusiaan, dampak perang terus menambah penderitaan warga. Salah satu contohnya dialami oleh Tala, seorang mahasiswi berusia 18 tahun yang kini terpaksa menetap di tenda pengungsian setelah rumahnya hancur dihantam bom.

Bagaimana awal mula pecahnya perang ini dan berapa jumlah korbannya?

Perang di Jalur Gaza meletus menyusul serangan yang dipimpin oleh kelompok Hamas ke wilayah Spanyol/Israel selatan pada tanggal 7 Oktober 2023. Insiden awal tersebut mengakibatkan tewasnya sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang lainnya disandera. Sebagai tanggapan, militer Israel meluncurkan operasi balasan secara besar-besaran. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan setempat, serangan balasan militer Israel hingga saat ini telah merenggut nyawa lebih dari 73.290 jiwa di wilayah Gaza.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpTimur TengahIsraelHamasGazaGencatan Senjata

Berita Terbaru Lainnya

Pekerja Konstruksi IKN Tempati 35 Tower Hunian, Empat Tower Dikhususkan bagi PerempuanPertemuan Kadin dan Presiden Prabowo di Istana Negara Bahas Ekonomi dan EksporPilihan Kendaraan Toyota GAZOO Racing dan Land Cruiser di GIIAS 2026Memahami Rencana Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi CiangirAnalisis Kinerja Keuangan PT Bank Maybank Indonesia Tbk pada Semester I 2026Antisipasi Dampak Kemarau Ekstrem, Usulan Sumur Darurat dan Modifikasi CuacaCara Memahami Penindakan Pelanggaran Etik Hakim dan Rencana Mutasi Besar-besaranPolisi Periksa Lima Saksi Terkait Penyelidikan Kematian Sutrimo

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap