Kembalinya Roberto Mancini ke kursi pelatih tim nasional Italia menandai babak baru dalam perjalanan Gli Azzurri. Pelatih berusia 61 tahun tersebut secara resmi memulai periode keduanya setelah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun bersama Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Penunjukan ini dilakukan federasi untuk menggantikan Gennaro Gattuso. Mancini datang kembali dengan ambisi besar untuk memutus tren negatif serta merebut kembali simpati dan hati para suporter Italia. Kekecewaan publik sebelumnya muncul setelah Mancini memutuskan mundur pada Agustus 2023 untuk menukangi tim nasional Arab Saudi, sebuah langkah yang kemudian secara terbuka ia akui cukup disesalinya.
Jejak rekam Mancini pada periode pertamanya bersama Italia, yang berlangsung dari tahun 2018 hingga 2023, diwarnai oleh torehan prestasi yang signifikan. Ia merupakan juru taktik yang mempersembahkan gelar juara Euro 2020 bagi publik Italia. Di bawah arahannya kala itu, Italia juga mengukir rekor dunia fantastis berupa 37 pertandingan tak terkalahkan secara beruntun, sebelum rekor tersebut akhirnya dilampaui oleh tim nasional Spanyol pada tahun ini. Kepiawaian taktis Mancini di masa lalu juga tercatat pada Oktober 2011 saat tim asuhannya mencetak enam gol ke gawang tim juara bentukan Sir Alex Ferguson. Dalam upaya membangun kembali kekuatan tim nasional, Mancini kini mengimbau klub-klub Serie A agar lebih berani mempromosikan para pemain muda lokal.
Polisi Tangkap 8 Pelaku Pencurian di Lokasi Kebakaran Jayapura

Proses penunjukan Mancini diwarnai oleh dinamika internal di dalam tubuh FIGC. Sebelum meresmikan Mancini, pihak federasi sempat melakukan negosiasi dengan Andrea Pirlo. Namun, langkah Pirlo terganjal akibat keterikatan kontrak dengan perusahaan taruhan asal Rusia. Penolakan terhadap pencalonan Pirlo tersebut berbuntut pada pengunduran diri Paolo Maldini dan Leonardo dari FIGC. Di tengah penataan organisasi ini, Presiden FIGC Giovanni Malago menunjuk pelatih veteran berusia 74 tahun, Claudio Ranieri, sebagai Direktur Teknik. Ranieri memegang tanggung jawab untuk mengawasi operasional teknis serta menyusun strategi pengembangan sepak bola elite bagi Italia.
Tantangan nyata bagi periode kedua Mancini akan segera dimulai melalui serangkaian laga resmi. Mancini dijadwalkan melakoni pertandingan debutnya saat Italia menjamu Belgia dalam lanjutan UEFA Nations League di Roma pada 25 September 2026. Setelah pertandingan di ibu kota tersebut, Gli Azzurri dijadwalkan menghadapi Turki di Bologna pada 5 Oktober 2026. Dua laga awal ini menjadi tolok ukur awal bagi kesiapan taktis skuad Italia di bawah arahan Mancini dan jajaran teknik federasi.
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Sabtu Pagi, tidak Berpotensi Tsunami

Langkah Mancini untuk membangun ulang kekuatan tim nasional membutuhkan keselarasan antara strategi teknis dan pengembangan pemain. Imbauan agar klub domestik memberi ruang bagi pemain muda lokal menjadi poin penting dalam menjaga kesinambungan talenta Gli Azzurri. Dengan dukungan struktur teknik yang diawasi oleh Ranieri, fokus utama tim kepelatihan adalah mengembalikan konsistensi permainan sekaligus memulihkan keharmonisan dengan para pendukung sepak bola Italia.






