Kota Bontang di Kalimantan Timur dikenal sebagai salah satu kota industri yang memiliki peranan penting dalam perekonomian regional maupun nasional. Berdasarkan data ekonomi terbaru, Bontang berhasil menempati peringkat pertama untuk wilayah di luar Pulau Jawa dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita mencapai Rp363,4 juta. Pencapaian ini sekaligus menempatkan Bontang sebagai kota terkaya ketiga di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni, kota ini terus menunjukkan perkembangan positif, yang dibuktikan dengan keberhasilan meraih tingkat pengangguran terkecil di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Selain itu, tingkat kemiskinan di Kota Bontang juga mengalami penurunan yang signifikan hingga berada di bawah rata-rata.
Untuk menjaga dan meningkatkan capaian pembangunan tersebut secara berkesinambungan, Pemerintah Kota Bontang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan stakeholders tahun 2026. Pertemuan strategis ini dilaksanakan dengan mengusung tema "Sinergi Forkopimda dan Stakeholders untuk Akselerasi Bontang Majlis Sejahtera dan Berkelanjutan". Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah daerah berupaya menyelaraskan langkah dan memperkuat komitmen bersama seluruh elemen kepemimpinan daerah serta pemangku kepentingan dalam mempercepat pembangunan kota yang sejahtera dan berkelanjutan.
Dalam agenda penting tersebut, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, hadir secara langsung dan membacakan sambutan tertulis dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam sambutan tersebut adalah harapan besar Pemerintah Kota Bontang agar forum ini dapat merumuskan langkah konkret dalam pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan. Pemerintah Kota Bontang berharap koordinasi ini mampu menghasilkan peta kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terstruktur. Peta kolaborasi TJSL ini dirancang secara khusus untuk mempersiapkan dan menyukseskan program-program pembangunan pada tahun 2027 mendatang.
Pemerintah Indonesia Bantah Tudingan Bantu China Hindari Tarif Amerika Serikat

Selain fokus pada kolaborasi sosial dan lingkungan bersama sektor industri, pemerintah daerah juga memberikan perhatian besar pada sektor ekonomi kemasyarakatan. Di bidang ekonomi, Pemerintah Kota Bontang terus mempromosikan dan mendorong penguatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok nelayan lokal. Langkah ini diambil guna menciptakan peluang baru serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi para pelaku ekonomi lokal di Bontang. Melalui penguatan ini, diharapkan roda perekonomian masyarakat di tingkat bawah dapat bergerak lebih mandiri dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi ke depan.
Di samping fokus pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, aspek keselamatan warga juga menjadi perhatian yang sangat mendesak untuk diselesaikan. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat potensi bahaya di wilayah perairan, di mana dalam kurun waktu 8 bulan saja, jumlah korban kecelakaan kapal yang meninggal dan hilang telah mencapai 442 orang. Data tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius dari seluruh pihak terkait untuk memastikan keselamatan transportasi dan aktivitas di perairan dapat berjalan lebih aman.
Menkop di Koperasi Awards, Koperasi Tetap Relevan dalam Perubahan Ekonomi

Melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Forkopimda dan stakeholders tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Bontang berharap seluruh elemen dapat terus bersinergi. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris, pemerintah daerah optimis bahwa kolaborasi yang terstruktur, penguatan ekonomi lokal bagi UMKM dan nelayan, serta perhatian






