Joko Widodo, yang dikenal luas sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, telah melewati masa pengabdian yang panjang hingga masa purna tugasnya. Sepanjang memimpin negara, ia tidak hanya menjalankan tugas-tugas administratif pemerintahan, tetapi juga menjalin hubungan erat dengan berbagai komunitas adat di tanah air. Kedekatan ini dibuktikan dengan banyaknya gelar adat kehormatan yang ia terima dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap gelar yang disematkan membawa makna mendalam, mencerminkan apresiasi masyarakat lokal atas kontribusi pembangunan serta kepemimpinannya yang menyentuh berbagai pelosok nusantara.
Salah satu penghargaan adat yang menonjol adalah gelar Saudara Raja Raja Timor. Penghormatan ini diserahkan kepada Joko Widodo dalam acara Festival dan Karnaval Gajah yang diselenggarakan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pemberian gelar tersebut dilakukan secara kolektif oleh para raja dari sejumlah kerajaan adat yang berada di Pulau Timor. Beberapa kerajaan yang terlibat dalam prosesi ini meliputi Amanatun, Malaka, Amanuban, Mollo, Biboki, Bikomi Nilulat, Amfoang, Kupang, dan Amarasi. Dalam ritual adat tersebut, Joko Widodo menerima tongkat dan kain adat yang menjadi simbol penting pengangkatannya sebagai bagian dari keluarga besar kerajaan di Pulau Timor. Menurut para tokoh adat setempat, kehormatan ini merupakan bentuk nyata dari apresiasi mereka terhadap laju pembangunan yang dirasakan masyarakat selama kepemimpinan Joko Widodo, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.








