Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya ribuan bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak berwenang, dampak kerusakan ini tersebar di beberapa wilayah kabupaten, dengan sebaran tingkat kerusakan yang bervariasi mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan terkini mengenai dampak bencana tersebut yang hingga kini masih terus dipantau.
Berdasarkan laporan resmi tersebut, Kabupaten Ngada tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kerusakan bangunan terbanyak. Meskipun demikian, rincian data mengenai klasifikasi tingkat kerusakan di Kabupaten Ngada masih terus diperbarui oleh petugas di lapangan guna memastikan keakuratan data bantuan dan rehabilitasi nantinya. Keterbatasan informasi detail untuk beberapa titik di Ngada menjadi tantangan tersendiri, namun BNPB memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah terus berjalan secara intensif demi mempercepat proses penanganan pascabencana.
Di samping Kabupaten Ngada yang menempati urutan teratas, beberapa kabupaten lain di NTT juga melaporkan tingkat kerusakan yang cukup signifikan. Salah satu wilayah dengan dampak kerusakan bangunan yang cukup masif adalah Kabupaten Manggarai. Di kabupaten ini, tercatat ada sebanyak 761 unit rumah yang mengalami rusak berat (RB). Kerusakan dengan kategori ini mencakup bangunan yang struktur utamanya mengalami kegagalan sehingga tidak lagi aman untuk dihuni. Selain itu, terdapat pula 76 unit rumah yang mengalami rusak sedang (RS) serta 147 unit rumah yang dikategorikan rusak ringan (RR).
Pemerintah Pastikan Anggaran Penanganan Gempa NTT Akan Ditambah Jika Kurang

Dampak gempa juga dirasakan cukup parah di Kabupaten Ende. Berdasarkan data yang dirilis oleh BNPB, kerusakan rumah tinggal di Kabupaten Ende meliputi 108 unit rumah yang masuk dalam kategori rusak berat (RB). Warga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang (RS) tercatat sebanyak 85 unit, sedangkan rumah yang mengalami kerusakan ringan (RR) mencapai angka 268 unit. Banyaknya rumah dengan status rusak ringan dan sedang di wilayah ini memerlukan perhatian cepat agar kerusakan tidak semakin parah akibat cuaca atau potensi gempa susulan.
Kabupaten Nagekeo juga tidak luput dari dampak guncangan gempa NTT ini. Di wilayah Nagekeo, BNPB mencatat rincian kerusakan rumah warga yang terdiri dari 116 unit rumah yang mengalami rusak berat (RB). Sementara itu, terdapat 6 unit rumah yang dikategorikan mengalami rusak sedang (RS) dan 42 unit rumah lainnya yang mengalami rusak ringan (RR). Upaya pendataan secara menyeluruh di lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang tepat dan bantuan yang sesuai dengan tingkat kerusakan bangunan mereka.
Evaluasi Keamanan Pangan, 1.300 Dapur Makan Bergizi Gratis Ditutup Permanen

Hingga saat ini, BNPB bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten terus berupaya melakukan verifikasi data secara berkala. Keterbatasan akses komunikasi dan geografis di beberapa lokasi terdampak di Nusa Tenggara Timur menjadi faktor penentu dalam kecepatan pembaruan data ini. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan selalu mengikuti instruksi resmi dari otoritas kebencanaan setempat demi keselamatan bersama.






