Langkah baru dalam penataan transportasi massal di wilayah Sumatera Utara resmi dimulai. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, telah meresmikan peluncuran operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengurai kemacetan dan menyatukan sistem transportasi di kawasan metropolitan yang meliputi Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.
Kehadiran layanan transportasi publik berbasis bus listrik ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi mobilitas masyarakat urban. Integrasi antarwilayah penyangga ini krusial mengingat tingginya tingkat kemacetan di wilayah tersebut. Melalui peresmian ini, pemerintah daerah berupaya mendorong peralihan budaya mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum yang lebih teratur, terintegrasi, dan ramah lingkungan.
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum guna memahami lebih dalam mengenai peresmian dan arah kebijakan transportasi BRT Mebidang ini:
Cara Mengunjungi Pameran Sejarah Haji Nusantara di Museum Arkeologi Onrust

Siapa tokoh utama di balik peresmian operasional BRT Mebidang ini? Operasional BRT Mebidang ini diresmikan secara langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menyediakan pilihan mobilitas yang layak sekaligus mempercepat modernisasi infrastruktur transportasi publik di wilayah Mebidang. Usai peresmian, Gubernur beserta rombongan juga langsung menjajal operasional bus listrik tersebut dari Terminal Lubukpakam menuju Pos Blok Lapangan Merdeka Medan.
Apa target utama dari peluncuran sistem transportasi BRT Mebidang? Fokus utama dari program ini adalah mendorong integrasi transportasi publik yang solid di tiga wilayah administratif, yaitu Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Kehadiran armada ini ditujukan untuk mengatasi kemacetan yang menurut data TomTom Traffic Index di Kota Medan telah mencapai sekitar 54,2 persen. Selain meningkatkan efisiensi waktu tempuh, penggunaan bus listrik juga ditargetkan untuk menekan konsumsi energi dan mengurangi emisi karbon.
Penyaluran Bantuan PNM Peduli untuk Korban Gempa NTT

Bagaimana rincian rute, jumlah armada, dan tarif operasional BRT Mebidang? Pada tahap uji coba, dua unit bus listrik mulai dioperasikan secara gratis untuk mengevaluasi kondisi teknis dan waktu tempuh. Operasi penuh ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik. Armada tersebut terdiri atas 14 unit untuk Koridor 11 rute Teladan鈥揟erminal Lubukpakam, 13 unit untuk Koridor 12 rute Simpang Barat鈥揃injai, dan tiga unit cadangan. Setelah beroperasi penuh, tarif direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 untuk pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.
Bagaimana integrasi ini memengaruhi sistem transportasi lokal yang sudah ada? Kehadiran BRT Mebidang diproyeksikan untuk bersinergi dan tidak berhenti sebatas peluncuran armada bus saja. Gubernur meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang untuk mengesampingkan ego sektoral dan bersama-sama mendukung integrasi sistem transportasi. BRT Mebidang harus berkembang menjadi sistem transportasi perkotaan yang saling terkoneksi secara modern dengan moda transportasi lainnya.






