Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta secara resmi telah membuka sebuah pameran temporer baru yang sangat menarik untuk dikunjungi. Pameran temporer ini hadir dengan tajuk resmi “Dari Batavia ke Baitullah: Memori Haji Masa Silam”. Tempat pelaksanaan pameran bersejarah ini berlokasi di Museum Arkeologi Onrust, yang berada di Pulau Onrust, Kabupaten Kepulauan Seribu. Kegiatan pembukaan pameran tersebut telah dilaksanakan secara resmi pada hari Kamis, 20 Agustus 2026. Pembukaan pameran ini dihadiri langsung oleh Kepala Museum Kebaharian, Mis’Ari, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kepulauan Seribu, Purnomo.
Pameran temporer "Dari Batavia ke Baitullah: Memori Haji Masa Silam" ini dirancang secara sistematis untuk memberikan edukasi sejarah yang mendalam kepada para pengunjung. Alur perjalanan sejarah haji dalam pameran ini disusun ke dalam enam zona tematik yang berbeda. Melalui pembagian zona-zona tersebut, pengunjung diajak untuk menelusuri memori kolektif dan perjalanan sejarah ibadah haji Nusantara di masa lampau, mulai dari proses keberangkatan, masa karantina, hingga pelaksanaan ibadah di tanah suci.
Untuk menghadirkan perspektif sejarah yang kaya dan komprehensif, pameran ini melibatkan berbagai pihak kolaborator, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antara para kolaborator internasional yang turut berpartisipasi dan memberikan kontribusi dalam pameran ini adalah perwakilan dari negara Oman dan Yaman. Kehadiran para kolaborator tersebut memperkuat nilai sejarah dan hubungan lintas negara terkait perjalanan ibadah haji dari Nusantara menuju Baitullah pada masa silam.
Resmikan BRT Mebidang, Gubernur Bobby Dorong Integrasi Transportasi Publik Medan-Binjai-Deli Serdang

Salah satu daya tarik historis yang penting dalam pameran ini adalah memorabilia terkait Dr. Marzuki, yang dikenal sebagai salah satu petugas Karantina Haji di Pulau Onrust pada masa lalu. Dalam rangkaian pameran ini, cucu dari mendiang Dr. Marzuki, yaitu Ardhito, akan menyerahkan salinan surat tugas milik kakeknya serta sebuah tas kerja bersejarah yang dahulu digunakan selama bertugas. Barang-barang bersejarah ini diserahkan untuk selanjutnya menjadi bagian dari koleksi resmi Museum Arkeologi Onrust, melengkapi dokumentasi sejarah karantina haji di pulau tersebut.
Bagi masyarakat yang tertarik untuk menyaksikan pameran bersejarah ini, pameran "Dari Batavia ke Baitullah: Memori Haji Masa Silam" diselenggarakan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Pameran ini berlangsung mulai dari tanggal pembukaannya pada 20 Agustus 2026 hingga ditutup pada tanggal 1 Januari 2027. Pameran ini terbuka untuk dikunjungi oleh masyarakat umum setiap hari Selasa sampai dengan hari Minggu, mulai pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB.
Penyaluran Bantuan PNM Peduli untuk Korban Gempa NTT

Untuk menuju lokasi pameran di Pulau Onrust, pengunjung dapat memanfaatkan moda transportasi laut yang tersedia menuju lokasi. Pengunjung bisa melakukan perjalanan ke Pulau Onrust menggunakan kapal dinas perhubungan yang berangkat dari berbagai dermaga penyeberangan yang tersedia. Tarif perjalanan menggunakan kapal dinas perhubungan ini sangat terjangkau, yaitu sebesar Rp49.000 untuk perjalanan pulang-pergi (PP). Dengan akses transportasi yang jelas, masyarakat dapat dengan mudah merencanakan kunjungan ke Museum Arkeologi Onrust untuk menelusuri sejarah penting haji Nusantara ini.






