Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini memprioritaskan penanganan kedaruratan pada dua wilayah terdampak bencana vulkanik, yakni di Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan kepastian bantuan serta perlindungan bagi warga terdampak erupsi. Fokus utama penanganan meliputi perpanjangan masa darurat untuk Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur serta investigasi dugaan kelalaian pendakian di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara.
Terkait penanganan Gunung Lewotobi Laki-laki, BNPB resmi memperpanjang status tanggap darurat hingga Selasa, 30 Juni 2026. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa perpanjangan ini bertujuan mengoptimalkan masa pemulihan. Keputusan tersebut diambil karena aktivitas vulkanik gunung api itu masih terus berfluktuasi sehingga pemerintah daerah memerlukan dasar hukum untuk menyalurkan bantuan logistik dan memenuhi kebutuhan dasar pengungsi di posko penampungan.
KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta Usai Pemeriksaan di Banyumas, Ada Warek Unsoed

Perpanjangan status kedaruratan ini sejalan dengan keputusan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki dari Waspada menjadi Siaga pada Selasa, 12 Mei 2026. Peningkatan ke Level III ini didasarkan pada lonjakan gempa vulkanik dalam yang mencapai 21 hingga 32 kejadian per hari pada periode 1 sampai 11 Mei 2026. Selain itu, tremor non-harmonik juga tercatat tinggi dengan kisaran 17 hingga 27 kejadian per hari, yang menandakan adanya suplai magma kuat ke sistem gunung api.
Menghadapi ancaman bahaya sekunder berupa guguran lava dan abu vulkanik, masyarakat direkomendasikan untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai berhulu di puncak, seperti wilayah Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, dan Nurabelen, diminta mewaspadai potensi banjir lahar saat hujan lebat. Penggunaan masker juga diimbau bagi warga terdampak hujan abu guna mencegah gangguan saluran pernapasan.
Pemadaman Karhutla Gunung Arjuno-Welirang Terkendala Cuaca

Sementara itu, dalam perkembangan bencana di Gunung Dukono yang meletus pada Jumat, 8 Mei 2026 dengan kolom abu mencapai 10 kilometer, BNPB menemukan dugaan kelalaian. Meskipun Kementerian Pariwisata telah menutup kawasan pendakian demi keselamatan, masih terdapat pihak atau pegiat wisata yang nekat melakukan aktivitas di sana. Abdul Muhari menegaskan bahwa instansi terkait sedang mendalami kronologi kejadian tersebut dan terus mengimbau masyarakat serta pendaki untuk mematuhi arahan resmi dari pemerintah dan petugas di lapangan.






