Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja mendadak ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Barat di Bandung, Senin (24/8/2026). Inspeksi ini difokuskan pada penegakan disiplin anggaran serta peninjauan langsung sejumlah program strategis nasional era Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sidak tersebut, Purbaya menggarisbawahi persoalan belanja pegawai yang kerap menyisakan masalah pagu minus di pengujung tahun anggaran. Ia meminta perencanaan kebutuhan pegawai dibuat presisi sejak awal agar tidak memicu pergeseran anggaran yang dapat mengorbankan program-program prioritas masyarakat.
"Belanja pegawai harus direncanakan dengan tepat sejak awal. Pergeseran anggaran untuk menutup kekurangan belanja pegawai tidak boleh mengorbankan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak," ujar Purbaya.
Selain evaluasi internal kas negara, pemantauan diarahkan pada perkembangan tiga inisiatif utama di Jawa Barat: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pertamina Patra Niaga Salurkan 35.000 Liter Air Bersih untuk Korban Gempa NTT

Realisasi Program Sekolah Rakyat dan Sosialisasi ke Publik
Untuk program Sekolah Rakyat, Kanwil DJPb Jawa Barat telah menyurvei 22 dari total 26 unit sekolah yang beroperasi di wilayah tersebut. Fasilitas belajar yang disediakan mencakup pembagian seragam, satu unit laptop per siswa, serta ruang kelas yang dilengkapi perangkat smartboard.
Kendati sarana penunjang telah terbangun, Purbaya menilai publikasi program ini belum optimal dan perlu ditingkatkan agar manfaatnya diketahui lebih luas.
"Sekolah Rakyat perlu lebih dipromosikan kepada publik. Program ini memiliki berbagai keunggulan, tetapi masih kurang mendapatkan eksposur," tutur Purbaya.
Wabup Manggarai Timur Bantah Camat Ditekan BNPB soal Bantuan Gempa

Evaluasi SPPG untuk Makan Bergizi Gratis dan Koperasi
Terkait pelaksanaan MBG, Jawa Barat memiliki 6.794 unit SPPG. Sejauh ini, 275 unit telah disurvei鈥攎elampaui target awal survei sebanyak 199 unit. Setiap unit SPPG memiliki kapasitas 1.600 hingga 2.800 porsi makanan per hari untuk siswa PAUD hingga SMA sederajat, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.
Evaluasi di lapangan menunjukkan kualitas makanan yang disalurkan berada dalam kategori baik dan diterima para penerima manfaat. Untuk menjaga standar layanan secara berkelanjutan, Purbaya menginstruksikan DJPb menyusun indeks penilaian nasional berskala 1 hingga 5 agar mutu seluruh SPPG dapat terukur secara objektif.
Adapun pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dari total 5.970 unit yang tercatat di Jawa Barat, sebanyak 22 koperasi telah dipantau dari target survei 147 unit. Sebagian koperasi yang disurvei dilaporkan telah rampung dibangun dan mulai beroperasi melayani warga.






