Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah mempunyai kapasitas dan kemampuan penuh untuk mengendalikan serta mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan dan beberapa provinsi lainnya. Pernyataan dan penegasan tersebut disampaikan oleh Presiden setelah memimpin langsung upaya penanganan karhutla untuk wilayah Kalimantan Tengah di Posko Udara Aju, Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026.
Keyakinan dan sikap optimis yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo bukan tanpa dasar. Beliau menyampaikan bahwa apabila menilik catatan sejarah bencana karhutla di Indonesia, peristiwa kebakaran hutan dan lahan pada tahun-tahun sebelumnya pernah berada pada kondisi yang sangat jauh lebih parah daripada apa yang terjadi saat ini. Pada masa-masa yang lebih parah tersebut, Indonesia dan pemerintah terbukti sanggup mengatasinya hingga tuntas. Oleh sebab itu, Prabowo percaya bahwa karhutla yang melanda kawasan Kalimantan dan provinsi lainnya saat ini juga akan dapat segera diatasi dengan baik.
Rangkaian kegiatan kerja Presiden Prabowo dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan ini melibatkan peninjauan di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan. Sebelum tiba dan memimpin penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan karhutla di Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah meninjau proses penanganan di Pontianak, Presiden kemudian bertolak menuju Palangka Raya untuk memimpin koordinasi penanganan karhutla Kalimantan Tengah di Posko Udara Aju, Bandara Tjilik Riwut.
Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala Penuh

Dalam agenda rapat dan pengarahan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi bahwa pemerintah telah mengambil serangkaian langkah mitigasi yang konkret. Penerapan langkah mitigasi ini ditujukan secara khusus untuk menghentikan laju penambahan titik api baru di berbagai lokasi terdampak. Di samping mencegah munculnya titik api baru, upaya mitigasi ini juga diarahkan untuk menahan dan menghentikan perluasan sebaran titik api yang sudah ada, sehingga kebakaran tidak semakin meluas di wilayah Kalimantan maupun provinsi lain.
Guna mendukung terlaksananya langkah-langkah mitigasi dan upaya pemadaman di lapangan, pemerintah memberikan bantuan berupa penambahan sarana peralatan dan pemenuhan logistik. Bentuk dukungan peralatan yang disediakan oleh pemerintah mencakup pengerahan armada helikopter untuk pelaksanaan pemadaman udara atau water bombing. Selain helikopter pengebom air, pemerintah juga menyediakan dukungan berupa mesin bor yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air dalam rangka pemadaman karhutla di lokasi-lokasi yang membutuhkan pasokan air.
Akselerasi Pembangunan PLTS Nasional, Target 30 GW Prabowo, Konversi 13 GW PLTD, dan Lonjakan Permintaan Data Center

Dengan adanya penguatan mitigasi, pengerahan sarana seperti helikopter water bombing dan mesin bor, serta koordinasi penanganan yang dilakukan dari Pontianak di Kalimantan Barat hingga Palangka Raya di Kalimantan Tengah, pemerintah terus bergerak menanggulangi karhutla. Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan kepercayaannya bahwa penanganan terpadu yang dilaksanakan saat ini dapat segera menuntaskan persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta provinsi-provinsi lainnya.






