Kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab meninggalnya seorang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. Taruna yang diketahui berinisial AMM tersebut dikabarkan meninggal dunia dalam kondisi terluka. Peristiwa ini terjadi di dalam kompleks lembaga pendidikan kepolisian yang berlokasi di Semarang. Penyelidikan intensif terus dilakukan oleh pihak berwajib guna memastikan kronologi serta latar belakang yang memicu terjadinya peristiwa yang menimpa taruna tersebut di lingkungan akademi.
Peristiwa meninggalnya taruna tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Yuliyanto. Menurut keterangan resmi yang disampaikannya, insiden yang menimpa AMM itu terjadi pada hari Kamis tanggal 30 Juli malam. Pada saat kejadian, korban ditemukan sudah dalam kondisi mengalami luka-luka. Setelah ditemukan dalam keadaan terluka di lingkungan kompleks pendidikan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, nyawa taruna berinisial AMM tersebut tidak dapat tertolong hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Mengenai latar belakang pendidikan dan asal usul korban, AMM diketahui merupakan seorang taruna yang masuk melalui jalur pengiriman dari daerah Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat. Sebelum terjadinya rentetan peristiwa nahas ini, korban sebenarnya telah terdaftar dan dijadwalkan untuk mengikuti kegiatan latihan integrasi. Program latihan integrasi tersebut rencananya akan diselenggarakan di wilayah Magelang. Latihan ini dirancang untuk mempertemukan taruna Akademi Kepolisian dengan para taruna dari matra lainnya, yakni para taruna dari Akademi Militer (Akmil) dan juga taruna dari Akademi Angkatan Udara (AAU).
Getaran Gempa M5,2 Malang Terasa Hingga ke Pacitan dan Jember

Menindaklanjuti temuan di lapangan, aparat kepolisian telah melakukan sejumlah tindakan hukum yang diperlukan di lokasi kejadian. Petugas kepolisian dilaporkan telah mendatangi serta memeriksa secara langsung tempat kejadian perkara guna mengumpulkan berbagai petunjuk maupun bukti awal. Selain melakukan pemeriksaan lokasi kejadian, tim penyidik juga telah meminta keterangan dari sejumlah pihak. Permintaan keterangan ini secara khusus ditujukan kepada pihak-pihak yang pertama kali mengetahui peristiwa tersebut serta pihak yang menemukan kondisi korban pada malam kejadian guna merekonstruksi situasi awal.
Meskipun proses pemeriksaan tempat kejadian perkara dan pengumpulan keterangan saksi-saksi sudah mulai berjalan, pihak kepolisian menegaskan bahwa tim penyidik masih terus mendalami penyebab pasti kematian korban. Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan mereka belum dapat menyampaikan kesimpulan akhir mengenai peristiwa tersebut. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut mengenai rincian penyebab maupun motif di balik peristiwa yang merenggut nyawa taruna tersebut.
Gempa M 5,2 Guncang Kabupaten Malang, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban AMM sempat disemayamkan terlebih dahulu di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang. Langkah ini dilakukan untuk keperluan penanganan jenazah sebelum diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga. Pihak keluarga korban sendiri telah menerima pemberitahuan resmi dari pihak berwenang mengenai peristiwa yang menimpa AMM. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini dan menganggapnya sebagai sebuah musibah. Berdasarkan informasi terbaru yang diterima oleh pihak kepolisian, jenazah taruna AMM tersebut selanjutnya akan dipulangkan ke wilayah Makassar untuk diserahkan sepenuhnya kepada keluarga.






