Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika yang terafiliasi dengan sindikat Joker Malaysia. Dalam operasi penindakan tersebut, aparat kepolisian menangkap tujuh orang pelaku serta menyita barang bukti narkotika dalam jumlah besar berupa sabu dan pil ekstasi.
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Lulik Febyantara menyampaikan bahwa total barang bukti yang disita oleh jajarannya mencapai 9 kilogram sabu dan 10.255 butir pil ekstasi. Ketujuh pelaku yang diamankan oleh pihak berwenang masing-masing berinisial EA, SI, SA, AD, DK, SB, dan EW.
"Iya, kita tangkap 7 orang dan 9 kg sabu serta 10.255 butir pil ekstasi," kata Lulik saat memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus tersebut.
Kebakaran Ponpes Al Falakiyah Bogor, 56 Santri Terdampak dan Jalani Perawatan

Lulik menjelaskan bahwa seluruh barang bukti yang diamankan oleh kepolisian merupakan hasil akumulasi dari serangkaian penangkapan yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Operasi penindakan tersebut berlangsung di Makassar, Pinrang, Surabaya, Pasuruan, dan Depok.
Peran Kaki Tangan Bandar dan Modus Kemasan Joker
Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, para pelaku yang ditangkap memiliki peran strategis sebagai penghubung dan perpanjangan tangan dari bandar narkoba asal Malaysia. Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengembangan dan mengidentifikasi keberadaan bandar utama tersebut.
"Mereka ini kaki tangan bandar sabu asal Malaysia yang saat ini kami identifikasi," ungkap Lulik.
Abraham Samad, Indonesia Butuh Grand Design Pemberantasan Korupsi

Dalam menjalankan aksinya, jaringan ini menggunakan ciri khas khusus pada kemasan narkoba yang mereka edarkan. Pelaku memanfaatkan pembungkus sabu dan pil ekstasi berlogo gambar wajah Joker untuk mengemas barang haram tersebut sebelum diedarkan.
Jaringan Joker Malaysia ini memiliki jangkauan distribusi yang cukup luas di sejumlah kota besar. Dari hasil penelusuran pihak berwenang, sindikat ini telah mengirimkan pasokan sabu ke wilayah Medan, Jakarta, Surabaya, hingga Makassar.






