berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Politik

Polemik Dugaan Ucapan Wartawan Sirkus oleh Deddy Sitorus di Kompleks Parlemen

Sri NugrohoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 06.29 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Polemik Dugaan Ucapan Wartawan Sirkus oleh Deddy Sitorus di Kompleks Parlemen
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Hubungan antara insan pers dan anggota legislatif tengah menjadi sorotan menyusul adanya dugaan ucapan yang dinilai merendahkan profesi jurnalis. Peristiwa ini melibatkan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) dan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus. Insiden tersebut terjadi di depan Ruang Komisi II DPR RI yang berlokasi di Gedung Nusantara atau Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Kamis (30/7/2026). Untuk memahami duduk perkara dari polemik ini, berikut adalah rangkuman informasi dalam format tanya jawab.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Apa peristiwa yang memicu protes dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen?

Protes ini bermula dari sebuah insiden peliputan di mana KWP menyoroti ucapan Deddy Sitorus. Politisi PDI Perjuangan tersebut dilaporkan telah melontarkan frasa wartawan kayak sirkus atau gerombolan sirkus di tengah suasana peliputan. KWP menilai bahwa pernyataan tersebut sangat menghina dan merendahkan martabat jurnalis yang sedang menjalankan tugas resminya di lingkungan parlemen. KWP kemudian menyampaikan pernyataan sikap secara tertulis untuk merespons kejadian tersebut.

Bagaimana kronologi kejadian di ruang rapat Komisi II DPR RI?

Peristiwa ini berlangsung ketika para wartawan sedang melakukan peliputan rapat kerja di Komisi II DPR RI yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan APKASI. Di tengah jalannya rapat, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad turut hadir dan memasuki ruang rapat. Saat Sufmi Dasco Ahmad masuk, para wartawan yang bertugas langsung mengikutinya untuk mengambil gambar. Momen pergerakan para jurnalis inilah yang kemudian memicu munculnya komentar terkait situasi ruangan yang dianggap tidak tertib.

Baca Juga

Cara Memahami Prosedur Pelaporan Anggota DPR ke MKD dari Kasus KWP dan Deddy Sitorus

Cara Memahami Prosedur Pelaporan Anggota DPR ke MKD dari Kasus KWP dan Deddy Sitorus

Apa saja poin tuntutan yang diajukan oleh pihak KWP?

Melalui pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP, Erwin Syahputra Siregar, para jurnalis menuntut Deddy Sitorus untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka dalam batas waktu 1x24 jam. KWP juga menegaskan rencana mereka untuk melaporkan insiden ini secara resmi kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) agar dapat diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku di DPR. Erwin Syahputra Siregar menambahkan bahwa rapat tersebut pada dasarnya adalah rapat terbuka dan disiarkan secara langsung, sehingga wartawan memiliki hak penuh untuk berada di sana dan melakukan peliputan.

Bagaimana bantahan dan penjelasan langsung dari Deddy Sitorus?

Deddy Sitorus membantah dengan tegas tudingan bahwa dirinya menyebut wartawan sebagai gerombolan sirkus atau wartawan kayak sirkus. Ia mengklarifikasi bahwa ucapannya sama sekali tidak ditujukan kepada jurnalis, melainkan untuk menggambarkan situasi ruang rapat yang sangat ramai dan tidak teratur menjelang acara dimulai. Menurut penuturannya, kalimat yang ia ucapkan saat itu adalah, "Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini."

Baca Juga

Menganalisis Pergerakan Saham Teknologi di Tengah Reli Wall Street

Menganalisis Pergerakan Saham Teknologi di Tengah Reli Wall Street

Apakah Deddy Sitorus bersedia meminta maaf atas insiden tersebut?

Deddy Sitorus menyatakan penolakannya untuk meminta maaf karena ia merasa tidak melontarkan hinaan kepada wartawan. Ia justru menantang siapa pun yang menuduhnya untuk menunjukkan bukti rekaman suara atau video yang memperlihatkan dirinya menyebut jurnalis dengan istilah sirkus. Deddy juga mempersilakan KWP jika tetap ingin melaporkan dirinya ke MKD. Lebih lanjut, ia menegaskan kesiapannya untuk memberikan klarifikasi secara resmi melalui Dewan Pers jika memang diperlukan.

Bagaimana tanggapan Persatuan Wartawan Indonesia terhadap polemik ini?

Polemik ini juga mendapat perhatian dari Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI. Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat, Anrico Pasaribu, menyatakan penyesalannya apabila ucapan yang menyamakan kehadiran wartawan dengan sirkus benar-benar dilontarkan oleh seorang pejabat publik. Anrico menilai diksi tersebut tidak pantas karena dapat dimaknai sebagai upaya merendahkan profesi wartawan. Ia mengingatkan bahwa jurnalis yang meliput di DPR sedang menjalankan fungsi pers yang dilindungi oleh undang-undang demi memenuhi hak masyarakat dalam memperoleh informasi.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DPR RIDeddy SitorusKWPPWIWartawanDewan Pers

Berita Terbaru Lainnya

Cara Memahami Prosedur Pelaporan Anggota DPR ke MKD dari Kasus KWP dan Deddy SitorusKecelakaan Tunggal di Pluit, Mobil Tabrak Tiang Listrik hingga Roboh di Jalan PenjaringanAlasan Aturan Gaji Kepala Daerah di Indonesia Segera DirevisiBertahan Hidup di Tengah Krisis Air dan Listrik Pasca-Gempa JepangPesan Sinergi Ekonomi Presiden Prabowo dan Transisi Kepemimpinan Bank IndonesiaPengumuman Hasil Seleksi CAT PPPK Guru dan Tendik Sekolah Rakyat Kemensos 2026Mengenal Profil dan Kiprah Kanyarat Khunmuang di SEA V Cup 2026Jadwal dan Jam Tayang Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Cara Memahami Prosedur Pelaporan Anggota DPR ke MKD dari Kasus KWP dan Deddy Sitorus

Nasional

Cara Memahami Prosedur Pelaporan Anggota DPR ke MKD dari Kasus KWP dan Deddy Sitorus

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
  5. 5Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap