Pos polisi lalu lintas (Poslantas) di bawah jalan layang atau flyover Slipi, Jakarta Barat, mengalami kerusakan parah setelah dibakar oleh massa yang ricuh menyusul rangkaian aksi unjuk rasa di depan gedung DPR pada Kamis (27/8) sore hingga malam hari.
Aksi perusakan tersebut menyasar fasilitas pos penjagaan kepolisian di sekitar kawasan Slipi. Baik pos lalu lintas yang terletak di bagian tengah maupun yang berada di sisi pinggir jalan tidak luput dari amukan massa.
Akibat pembakaran dan perusakan yang terjadi, pos lalu lintas permanen di kolong flyover Slipi dipastikan tidak dapat digunakan untuk sementara waktu. Kerusakan fisik bangunan mencakup hancurnya sejumlah sarana penunjang operasional di bagian dalam pos, termasuk unit pendingin ruangan (AC) serta pecahan kaca.
2.447 Satuan Pendidikan Terdampak Bencana Flores, 1.960 Masih Belajar Darurat

Peristiwa ini menjadi kali kedua pos pemantauan lalu lintas di Slipi menjadi sasaran perusakan massa aksi. Catatan kepolisian menunjukkan bangunan pos tersebut pernah mengalami insiden serupa pada aksi unjuk rasa yang berlangsung pada tahun 2025.
Selain melumpuhkan fungsi pos lalu lintas, kericuhan yang membentang hingga Jumat dini hari tersebut turut menyisakan gangguan fasilitas umum di sekitarnya. Sebagian pembatas atau separator jalur Transjakarta di sepanjang ruas jalan tersebut terpantau masih belum tertata rapi.
Ini Tujuan Peserta Karnaval Sembelih Kambing yang Viral Mirip Ritual Satanik

Sementara itu, di wilayah Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, aparat kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membersihkan jalur dan mengamankan armada kendaraan yang terdampak. Petugas mengevakuasi lima unit truk yang dirusak massa pada Jumat (28/8) pagi.
Proses evakuasi dan penormalan arus kendaraan yang melibatkan lima truk tersebut berlangsung sejak pukul 05.30 WIB hingga selesai pada pukul 07.30 WIB. Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh truk di wilayah Kemanggisan hanya mengalami kerusakan fisik dan tidak ada unit kendaraan yang dibakar.






