Upaya memperkuat ketahanan energi nasional kini menjadi prioritas utama bagi pemerintah Indonesia. PT Pertamina (Persero) mengambil langkah aktif dengan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan energi bersih, di mana sektor panas bumi menjadi salah satu pilar utamanya. Langkah strategis ini diambil guna merespons dinamika kebutuhan energi domestik serta arahan dari tingkat kepemimpinan negara untuk menekan ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri. Berikut adalah sejumlah pertanyaan yang sering diajukan mengenai langkah Pertamina dalam mendorong ekspansi panas bumi nasional.
Mengapa Pertamina gencar mengembangkan energi panas bumi saat ini? Pengembangan energi ini merupakan respons langsung terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajaran pemerintah untuk mencari berbagai terobosan energi alternatif. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap energi impor, terlebih di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi global. Terkait hal ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri pada Kamis, 20 Agustus 2026, menegaskan bahwa perusahaannya terus mempercepat transformasi menuju bisnis energi rendah karbon dan berkomitmen memperluas pengembangan panas bumi demi mendukung ketahanan energi nasional.
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.524 di Tengah Rencana Perubahan Batas Harga Saham

Apa saja kesepakatan strategis yang dicapai Pertamina dalam ajang IIGCE 2026? Pada pameran The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menandatangani dua kesepakatan awal atau Letter of Intent (LoI) dengan PT PLN (Persero) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP). Kesepakatan tersebut berfokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Bottoming Unit dan PLTP Lahendong Bottoming Unit. Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyatakan bahwa fasilitas ini telah berperan krusial dalam penyediaan listrik di wilayah Lampung dan Sulawesi Utara, sehingga tambahan unit diharapkan dapat menyuplai listrik bersih yang lebih andal bagi masyarakat.
Apakah terdapat wilayah eksplorasi panas bumi baru yang akan dikelola oleh Pertamina? Ya, dalam kesempatan yang sama, PGE secara resmi menerima Surat Keputusan mengenai Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Wilayah eksplorasi baru tersebut mencakup area Cubadak Panti yang membentang di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat. Penugasan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission pada tahun 2060 sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga setempat.
Seputar Pertamina Talks Episode 2, Jadwal, Tema, dan Pengisi Acara

Bagaimana sejarah awal mula industri panas bumi di Indonesia yang melatarbelakangi ekspansi ini? Sebagai bentuk peringatan satu abad perjalanan energi panas bumi di Tanah Air, Pertamina meluncurkan buku bertajuk Menjaga Masa Depan Energi Bangsa: 100 Tahun Panas Bumi Indonesia pada acara IIGCE 2026. Buku yang diserahkan secara simbolis kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tersebut mendokumentasikan sejarah industri yang bermula dari pengeboran sumur KMJ-3 di Kamojang pada tahun 1926. Sumur bersejarah tersebut diketahui secara konsisten menghasilkan uap kering dan menjadi tonggak penting bagi pengembangan energi masa depan Indonesia hingga saat ini.






